'The Gray Man' menceritakan seorang mantan agen CIA yang berubah menjadi pembunuh bayaran bernama Court Gentry (Gosling), yang diburu di seluruh dunia oleh mantan rekannya Lloyd Hansen (Evans).
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 08 Desember 2020 - 14:39 WIB
WowKeren - Salah satu proyek film mendatang yang cukup mencuri perhatian para penggemar adalah film mata-mata beranggaran besar garapan Joe dan Anthony Russo yang berjudul "The Gray Man". Tak hanya dibesut oleh duo sutradara "Avengers: Endgame", film ini juga akan dibintangi oleh dua aktor keren, yakni Chris Evans dan Ryan Gosling. Selain itu, proyek ini akan menjadi film termahal yang akan diproduksi oleh Netflix dengan budget yang hampir mencapai USD 200 juta.
Dengan status tersebut, Netflix berharap proyek ini akan menjadi sebuah franchise yang besar. Russo Brothers mengonfirmasi bahwa hal itu telah menjadi rencana mereka selama panel CCXP akhir pekan lalu.
Dilansir dari Collider, kisah film "The Gray Man" ini akan diadaptasi oleh Joe Russo dari novel karya Mark Greaney yang terbit di tahun 2009 lalu dengan bantuan dari tim penulis film "Avengers: Infinity War" dan "Avengers: Endgame", Christopher Markus dan Stephen McFeely.
"The Gray Man" akan mengikuti kisah seorang mantan agen CIA yang berubah menjadi pembunuh bayaran bernama Court Gentry, yang juga dikenal sebagai Gray Man. Gosling akan berperan sebagai Gentry, yang diburu di seluruh dunia oleh mantan rekan CIA-nya Lloyd Hansen yang diperankan oleh Chris Evans.
"Apa yang kami lakukan di Grey Man yang berbeda adalah … kami tidak akan menjawab setiap pertanyaan di film pertama," jelas Joe Russo, mengindikasikan bahwa film tersebut akan berkembang menjadi sebuah franchise.
"Idenya adalah untuk menciptakan sebuah franchise dan membangun seluruh alam semesta, dengan Ryan di pusatnya. Kami semua berkomitmen pada film pertama dan harus dapat membawa kami ke film kedua," lanjutnya menambahkan.
"Ini adalah film tentang master assassin dan karakter yang diperankan Gosling diekspos oleh CIA, dan karakter Evans harus memburunya. Kami memiliki hubungan kerja yang baik dengan Netflix, kami pikir Netflix adalah tempat yang sempurna untuk film ini," pungkas Joe Russo.
Russo Brothers juga berencana untuk melakukan proses syuting film tersebut di berbagai lokasi di seluruh dunia. Mengingat "The Gray Man" seharusnya mempunyai cakupan berskala besar dan setara dengan status sebagai film termahal Netflix.
Di sisi lain, Netflix telah mendapat kesuksesan yang cukup besar selama pandemi karena penonton tidak dapat pergi ke gedung bioskop dengan mudah, atau melakukan banyak hal lain di luar, streaming video dan film secara praktis merupakan pilihan hiburan standar para penonton.
Jadi jika raksasa streaming tersebut bersedia mengeluarkan biaya besar untuk "The Gray Man" dengan harapan menelurkan franchise baru tidaklah menjadi hal yang mengejutkan. Selain itu, proyek ambisus ini mengharuskan mereka untuk mencapai kesepakatan dengan Gosling, Evans dan Russo bersaudara dengan nilai yang sudah pasti tidak sedikit.
(wk/luth)