Butet Kertaradjasa menceritakan meninggalnya sang sahabat menjadi peristiwa titik balik dalam hidupnya. Pengalaman itu membuat ia mematok kehidupannya hingga usia ini.
- Ruth Meliana
- Rabu, 09 Desember 2020 - 12:36 WIB
WowKeren - Butet Kertaradjasa menceritakan salah satu peristiwa yang menjadi titik balik di kehidupannya. Seniman asal Yogyakarta ini mengaku ditinggal meninggal sahabat telah mengubah hidupnya beberapa tahun lalu.
Butet mengenang sosok penyair sahabatnya itu telah meninggal di usia 48 tahun saat dirinya berusia 42 tahun. Kematian sang sahabat itu membuat dirinya begitu terkejut dan tidak percaya.
Pria berusia 59 tahun ini pun menyadari jika dirinya juga bisa saja meninggal di usia yang sama dengan mendiang sahabatnya. Sejak itu, ia berusaha menjalani hidupnya sebaik mungkin seolah ia akan meninggal dunia di usia 48 tahun.
”Enam tahun kan waktu pendek, maka dalam waktu pendek ini aku ingin berbuat sebaik-baiknya,” ungkap Butet seperti dikutip dari konten Begini di YouTube Kompas, Rabu (9/12). “Mengerjakan sesuatu yang nyenengin ati, nyenengin kawan-kawanku, pokoke berbuat baik.”
Putra seniman senior Bagong Kussudiardjo ini kemudian berusaha selalu menanamkan pikiran positif. Setiap ia ingin melakukan tindakan atau berpikir negatif, ia langsung teringat usia hidupnya yang tinggal sebentar lagi.
Pemikiran itu berhasil membuat bintang film “Petualangan Sherina” ini menjadi bisa menghabiskan waktunya melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kini setelah berhasil melewati usia 48 tahun, ia kembali mencari patokan usia dirinya akan meninggal dari orang-orang terdekatnya.
Butet yang berusia 59 tahun ini memutuskan untuk mematok usia temannya yang meninggal di usia 60 tahun. Ia mengaku tidak berani mematok usia almarhum ayahnya yang menghembuskan nafas terakhir di umur 74 tahun.
Stimulus itu membuatnya Butet bisa terus menjalani hidup dengan positif dan bermanfaat bagi orang-orang sekitar. Ia juga turut memberikan pesan bijak kepada masyarakat untuk selalu menjalani kehidupan mereka sebaik-baiknya.
”Saya enggak berani menjangkau usia ayah saya 74 (tahun), pendek aja deh (60 tahun),” ujar bapak tiga anak ini. “Pokoknya berbuat baik, asal tidak terlalu jahat di mata saya, elu tidak gue kerjain. Tapi kalau dia menyajikan kejahatan yang mengancam banyak orang di depan saya, harus diperingatkan.”
(wk/lian)