Pemkot Sebut Kepatuhan Warga Surabaya Terhadap Prokes COVID-19 Mulai Menurun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengimbau agar satgas-satgas mandiri kembali diefektifkan seperti di tempat kerja maupun ibadah.

WowKeren - Menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 rupanya masih sulit bagi sebagian orang. Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya menilai jika kedisplinan warga Kota Pahlawan sudah mulai menurun dalam menerapkan prokes.

Oleh sebab itu, Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengimbau agar satgas-satgas mandiri kembali diefektifkan. Misalnya Satgas yang ada di lingkup pelaku usaha, tempat kerja, maupun tempat ibadah.

"Kalau kami perhatikan, kedisiplinan warga mulai menurun sekarang," kata Irvan, Senin (14/12). "Makanya, kami imbau kepada para pelaku usaha, tempat kerja dan tempat ibadah untuk mengefektifkan kembali satgas mandiri masing-masing demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Surabaya."

Selain menerapkan prokes, warga Surabaya juga diingatkan untuk memperhatikan 3C yakni closed spaces atau ruang tertutup yang minim ventilasi, crowded place atau tempat yang padat orang atau kerumunan, serta close contact setting atau kontak dekat seperti percakapan jarak dekat.


"Jadi, ayo hindari 3C dan harus memperhatikan VDJ," imbuh Irvan. Adapun VDJ adalah ventilasi, durasi, dan jarak. Jika faktor VDJ ini tidak diperhatikan maka akan menaikkan risiko penyebaran virus.

Ia mengingatkan agar warga tidak kendor dalam melaksanakan prokes. Menurutnya, penerapan prokes adalah cara ampuh untuk menekan penyebaran virus corona di Kota Pahlawan. Memang bagi sebagian orang, memakai masker ataupun menjaga jarak masih sulit dilakukan. Namun perubahan perilaku masyarakat sangat diperlukan untuk menekan penyebaran kasus.

"Tidak boleh kendor dalam menjaga protokol kesehatan. Menurut kami, vaksin terbaik adalah perubahan perilaku dengan biasakan yang tidak biasa," tegasnya lagi. "Dengan cara itu, Insya Allah COVID-19 di Surabaya akan segera selesai."

Ia meminta agar masyarakat memperhatikan hal-hal yang mungkin dianggap sepele dalam sosialisasi sehari-hari. Meskipun bertemu atau berbicara dengan orang dekat seperti rekan kerja maka tetap perlu memakai masker. "Pakai selalu maskermu, dan jaga dirimu serta orang-orang di sekitarmu," tegas Irvan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts