Kenali Delirium Gejala Baru COVID-19, Ini Penyebab Dan Cara Mengobatinya
pexels.com/Andrea Piacquadio
Health

Delirium disebut-sebut menjadi gelaja baru virus corona yang patut dipahami. Kenali lebih lanjut tanda-tanda seseorang mengalami delirium, hingga penyebab dan cara pengobatan gejala baru COVID-19 ini.

WowKeren - Delirium disebut-sebut menjadi gejala baru virus corona yang patut diwaspadai. Pembahasan mengenai delirium terus bermunculan dan menjadi perdebatan setelah muncul infografik yang tersebar di media sosial mengenai gejala baru COVID-19. Infografik itu turut mencatut nama Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan COVID-19.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito sendiri telah membantah informasi dalam infografik delirium itu berasal dari pihaknya. "Sedang dicari siapa yang membuat info itu. Bukan kami," kata Wiku seperti dilansir dari Antara News, Kamis (10/12) lalu.

Meski bukan berasal dari Satgas COVID-19, namun gejala delirium sendiri memang dipastikan ada. Berdasarkan studi yang dilansir Science Daily, delirium merupakan salah satu gejala baru virus corona yang ditemukan pada pasien COVID-19 yang sudah tua.

Virus Corona

Berbagai Sumber

Dilansir dari Halodoc, delirium adalah gangguan serius pada kemampuan mental yang mengakibatkan pasien mengalami penurunan kesadaran yang bersifat akut dan fluktuatif. Tanda-tandanya adalah pengidap delirium akan mengalami kebingungan parah dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Gejala awal delirium biasanya berkembang cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari. Delirium seringkali dapat dilacak ke satu atau lebih faktor yang berkontribusi, seperti penyakit yang parah atau kronis, perubahan keseimbangan metabolik (seperti natrium rendah), pengobatan, infeksi, pembedahan, atau keracunan.

GEJALA DELIRIUM

Gejala delirium sering berfluktuasi sepanjang hari dan terkadang ada periode tanpa gejala. Gejala delirium cenderung menjadi lebih buruk pada malam hari saat gelap dan segala sesuatunya tampak kurang familiar.

Gejala

Berbagai Sumber

Dilansir dari Tirto, berikut merupakan gejala-gejala delirium pada pasien virus corona yang patut diwaspadai:

1. Kurangnya kesadaran lingkungan yang memicu:


  • Ketidakmampuan untuk tetap fokus pada suatu topik atau untuk beralih topik
  • Terjebak pada suatu topik daripada menanggapi pertanyaan atau percakapan
  • Mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting
  • Menjadi penyendiri, dengan sedikit atau tanpa aktivitas atau sedikit respons terhadap lingkungan
  • 2. Keterampilan berpikir yang buruk (gangguan kognitif), seperti:

  • Memori yang buruk, terutama tentang kejadian baru-baru ini
  • Disorientasi - misalnya, tidak tahu di mana dia berada atau siapa dia
  • Kesulitan berbicara atau mengingat kata-kata
  • Berbicara bertele-tele atau tidak masuk akal
  • Kesulitan memahami ucapan
  • Kesulitan membaca atau menulis
  • 3. Perubahan perilaku, termasuk

  • Melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
  • Kegelisahan, agitasi atau perilaku agresif
  • Memanggil, mengerang, atau membuat suara lain
  • Menjadi pendiam dan menarik diri, terutama pada orang dewasa yang lebih tua
  • Gerakan melambat atau lesu
  • Kebiasaan tidur yang terganggu
  • Pembalikan siklus tidur-bangun malam hari
  • 4. Gangguan emosional yang mungkin terjadi:

  • Kecemasan, ketakutan atau paranoia
  • Depresi; Lekas marah atau tersinggung
  • Perasaan gembira (euforia)
  • Apatis
  • Pergeseran suasana hati yang cepat dan tidak terduga
  • Kepribadian berubah

  • PENYEBAB DELIRIUM

    Penyebab Delirium

    Berbagai Sumber

    Dilansir dari Mayo Clinic, delirium kemungkinan besar disebabkan kombinasi faktor-faktor yang membuat otak rentan dan memicu terjadinya malfungsi pada aktivitas otak. Delirium dapat disebabkan oleh satu atau beberapa penyebab, seperti kombinasi kondisi medis dan toksisitas obat.

    Kendati demikian, terkadang tidak ada penyebab pasti yang dapat diidentifikasi. Berikut merupakan sejumlah penyebab yang dapat berpotensi menyebabkan delirium:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu atau keracunan obat, seperti obat pereda nyeri, obat tidur, anti-alergi (antihistamin), obat asma, kortikosteroid, obat untuk kejang, obat penyakit Parkinson, serta obat untuk gangguan mood
  • Kecanduan alkohol dan gejala putus alkohol
  • Keracunan, misalnya sianida atau karbon monoksida
  • Operasi atau prosedur medis lainnya yang melibatkan pembiusan
  • Penyakit kronis atau berat, seperti gagal ginjal
  • Malnutrisi
  • Dehidrasi
  • Gangguan tidur atau gangguan emosi
  • Gangguan elektrolit, seperti hiponatremia
  • Demam akibat infeksi akut, khususnya pada anak
  • Infeksi pada organ yang menyebar ke seluruh tubuh
  • Kadar gula dalam darah yang rendah (hipoglikemia)
  • Penyakit cerebrovaskular, seperti stroke
  • Perubahan lingkungan atau perpindahan ruangan
  • PENGOBATAN DELIRIUM

    Pengobatan DeliriumPhoto-INFO

    Berbagai Sumber

    Pasien yang mengalami gejala-gejala delirium dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan untuk memastikan diagnosis. Dokter kemudian mendiagnosis penyebab delirium dengan melakukan wawancara medis dengan keluarga pengidap yang memahami perjalanan gejala. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis, memeriksakan kondisi kejiwaan, serta melakukan pemeriksaan penunjang.

    Diantaranya adalah pemeriksaan urine atau darah untuk menilai fungsi hati, kadar alkohol tiroid, paparan zat NAPZA, atau alkohol. Selain itu, pasien juga akan diperiksa CT scan, MRI, atau elektroensefalogram (EEG) untuk menilai kondisi otak. Rontgen dada untuk melihat adanya infeksi pada paru hingga analisis cairan serebrospinal untuk mengetahui adanya infeksi otak juga dilakukan.

    Adapun pengobatan untuk mengatasi delirium dapat dilakukan dengan menjaga pengidap agar tidak mengalami kecelakaan selama perawatan karena kesadarannya yang menurun. Pengobatan juga dilakukan dengan menangani penyebab dari delirium, seperti penurunan kadar gula darah dan infeksi. Terakhir, dokter juga akan berusaha mencegah komplikasi yang dapat timbul selanjutnya, seperti gangguan buang air besar, buang air kecil, atau imobilisasi.

    (wk/lian)

    Follow Berita WowKeren.com di Google News

    You can share this post!

    Berita Terkait