Tenaga Kesehatan AS Klaim Alami Reaksi Alergi Usai Divaksin COVID-19
Dunia

AS memang mulai program vaksinasi massal pada Senin (14/12) yang diprioritaskan bagi tenaga medis dan rencananya akan memvaksinasi 20 juta orang hingga akhir Desember.

WowKeren - Seorang petugas kesehatan di Alaska, Amerika Serikat, menderita reaksi alergi serius setelah disuntik vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech.

Dilaporkan bahwa saat ini ia dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi stabil. Dilansir dari CNN, petugas kesehatan itu divaksin corona pada Selasa (15/12) waktu setempat. Pihak Pfizer mengonfirmasi bahwa mereka telah bekerja dengan otoritas lokal untuk menyelidiki insiden tersebut.

Sebelumnya, dua petugas kesehatan Inggris juga mengalami reaksi alergi serupa. Reaksi itu mendorong pemerintah setempat memberitahu orang-orang untuk menghindari suntikan jika mereka memiliki riwayat alergi parah.

Sebenarnya, Regulator AS mengeluarkan persetujuan darurat vaksin corona dengan peringatan; orang yang diketahui memiliki alergi terhadap bahan di dalam vaksin diminta menghindarinya.

"Kami belum memiliki semua rincian laporan dari Alaska tentang kemungkinan reaksi alergi yang serius tetapi secara aktif bekerja dengan otoritas kesehatan setempat untuk menilai. Kami akan memantau dengan cermat semua laporan yang menunjukkan reaksi alergi serius setelah vaksinasi dan memperbarui bahasa pelabelan jika diperlukan," kata juru bicara Pfizer.


Sebelumnya 44 ribu relawan mengikuti uji klinis Pfizer. Secara keseluruhan, uji coba tidak menemukan masalah keamanan yang serius.

Meski demikian regulator dan perusahaan terus memantau efek samping setelah vaksinasi. AS berencana melakukan vaksinasi corona terhadap sekitar 3 juta orang warga mereka pada minggu ini.

Terlepas dari hal tersebut, AS memulai program vaksinasi massal pada Senin (14/12) yang diprioritaskan bagi tenaga medis. Program vaksinasi dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pekan lalu memberikan izin penggunaan darurat vaksin corona buatan Pfizer BioNTech.

Keputusan FDA ini muncul setelah melakukan penelitian pada hasil uji klinis, tapi juga ditengarai berada di bawah tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump. Sebelumnya Trump dan jajaran pejabatnya kerap menuding FDA bertindak lambat dan bahkan mengancam akan mencopot kepala FDA Stephen Hahn, jika tidak memberikan persetujuan pada akhir pekanlalu.

AS rencananya akan memvaksinasi 20 juta orang hingga akhir Desember, 30 juta orang pada Januari 2021, dan 50 juta orang pada Februari.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait