Jika rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) disetujui, AS akan memiliki dua produk vaksin untuk kampanye vaksinasi yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 18 Desember 2020 - 19:45 WIB
WowKeren - Panel penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah merekomendasikan penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna. Jika rekomendasi disetujui, AS akan memiliki dua produk vaksin untuk kampanye vaksinasi yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna.
Pada Kamis (17/12) lalu, panel penasihat FDA telah melakukan pemungutan suara terkait penggunaan vaksin Moderna untuk individu berusia 18 tahun ke atas. Tercatat sebanyak 20 memilih menyetujui, sedangkan satu lainnya abstain.
Mereka yang setuju sepakat bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya. "Kedua vaksin baru ini diharapkan akan membantu mematahkan pandemi," kata Arnold Monto dari University of Michigan yang mengetuai panel penasihat FDA.
Kini, keputusan final berada di tangan FDA. Jika FDA memberikan otorisasi penggunaan darurat, Moderna akan mulai menyuplai jutaan dosis untuk kampanye vaksinasi di Negeri Paman Sam.
Sementara itu, pada Selasa (15/12) lalu, laporan FDA menyebut vaksin Moderna memiliki keefektifan 94,5 persen. FDA tidak menemukan reaksi alergi yang parah dalam data Moderna. Meski tak terlalu serius, terdapat efek samping dari penggunaan vaksin tersebut seperti ruam dan gatal-gatal.
Di sisi lain, AS memulai program vaksinasi massal pada Senin (14/12) yang diprioritaskan bagi tenaga medis. Program vaksinasi dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pekan lalu memberikan izin penggunaan darurat vaksin corona buatan Pfizer BioNTech.
Keputusan FDA ini muncul setelah melakukan penelitian pada hasil uji klinis, tapi juga ditengarai berada di bawah tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump. Sebelumnya Trump dan jajaran pejabatnya kerap menuding FDA bertindak lambat dan bahkan mengancam akan mencopot kepala FDA Stephen Hahn, jika tidak memberikan persetujuan pada akhir pekanlalu.
AS rencananya akan memvaksinasi 20 juta orang hingga akhir Desember, 30 juta orang pada Januari 2021, dan 50 juta orang pada Februari.
(wk/luth)