Korea Selatan kembali memecahkan rekor kasus harian COVID-19. Kali ini sejumlah penjara di Seoul menjadi klaster baru penyebaran virus corona karena usai ratusan napi dan petugas dinyatakan positif.
- Nidya Putri
- Minggu, 20 Desember 2020 - 21:43 WIB
WowKeren - Korea Selatan kembali melaporkan rekor kasus harian virus corona (COVID-19). Pada Minggu (20/12) hari ini, Korsel telah mencatat adanya 1.097 kasus baru COVID-19.
Dari angka tersebut, 185 orang yang terinfeksi berasal dari penjara di Seoul. Dengan infeksi harian sebanyak lebih dari 1.000 untuk hari kelima berturut-turut, beberapa ahli medis mengkritik pemerintah karena dianggap lambat dalam menerapkan pembatasan sosial yang lebih ketat.
Pada awal pandemi, pelacakan dan pengujian agresif yang dilancarkan Korea Selatan telah menjadikan negara itu menjadi kisah sukses global --ketika banyak negara mengalami lonjakan infeksi virus corona, yang mendorong mereka menerapkan penguncian luas. Namun, lonjakan kasus baru-baru ini sebagian besar berasal dari kelompok yang tersebar luas daripada wabah besar yang terisolasi dari gelombang sebelumnya. Sehingga memunculkan kekhawatiran apabila negara tersebut akan kekuarangan tempat tidur rumah sakit.
Menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), kasus baru COVID-19 beberapa waku lalu 1.072 ditularkan secara lokal dan 25 merupakan kasus impor. Tak hanya itu, sebuah penjara di tenggara Seoul menjadi klaster baru dimana 184 narapidana dan satu pekerja terinfeksi, kata seorang pejabat Kementerian Kehakiman. Mantan presiden konservatif Lee Myung-bak, yang berada di penjara itu untuk menjalani hukuman karena korupsi, dinyatakan negatif terkena virus, kata pejabat tersebut.
Tak hanya penjara, 61 orang di panti jompo di Kota Cheongju juga terpapar virus COVID-19. Pada Selasa (15/12), Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun memohon kepada penduduk untuk mematuhi aturan pembatasan sosial untuk menghindari pembatasan lebih ketat dalam menghadapi gelombang infeksi virus corona terbesar di negara itu.
Sebelumhya, sekolah-sekolah di Seoul telah ditutup kembali mulai Selasa (15/12) karena pemerintah semakin dekat untuk memberlakukan pembatasan terberat. Ada 3 level darurat di Korsel, yang tertinggi adalah Level 3 yang berarti penguncian akan diberlakukan di negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu.
Di bawah penguncian semacam itu, perusahaan hanya diizinkan untuk membolehkan pekerja penting berada di kantor, sementara pertemuan lebih dari 10 orang akan dilarang. "Sementara sebagian besar warga menanggung ketidaknyamanan untuk mematuhi aturan, beberapa warga malah mempercepat penyebaran virus corona dengan kecerobohan mereka," ujar Perdana Menteri Chung Sye-kyun dalam sambutan yang disiarkan televisi pada pertemuan pemerintah.
(wk/nidy)