Demo Black Lives Matter Kembali Pecah Usai Polisi AS Lagi-Lagi Tembak Warga Kulit Hitam Ohio
Dunia

Insiden penembakan tersebut merupakan pembunuhan kedua di kota AS pada bulan ini. Oleh karena itu, hal tersebut memicu gelombang baru protes dari warga.

WowKeren - Penembakan fatal terhadap seorang pria kulit hitam oleh aparat kepolisian kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini, insiden penembakan pada pria tak bersenjata tersebut terjadi di Columbus, Ohio.

Insiden tersebut merupakan pembunuhan kedua di kota AS pada bulan ini. Oleh karena itu, hal tersebut memicu gelombang baru protes pada hari Kamis (24/12) waktu setempat terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi.

Para demonstran berkumpul dan melambaikan spanduk Black Lives Matter serta menyerukan keadilan bagi orang-orang yang tewas dalam penembakan polisi.

Andre Maurice Hill, dilaporkan berada di garasi rumah pada Senin (21/12) malam ketika dia ditembak beberapa kali oleh seorang petugas polisi yang dipanggil ke tempat kejadian karena insiden kecil.

Beberapa detik sebelum tembakan, rekaman bodycam menunjukkan Hill berjalan ke arah polisi sambil memegang ponsel di tangan kirinya, sementara tangan lainnya tidak terlihat.


Kepala polisi Columbus Thomas Quinlan hari Kamis mengumumkan bahwa ia akan memecat polisi yang bersangkutan. "Kami memiliki seorang perwira yang melanggar sumpahnya untuk mematuhi aturan dan kebijakan Divisi Polisi Columbus," kata Quinlan dalam sebuah pernyataan. "Pelanggaran ini membuat orang yang tidak bersalah kehilangan nyawanya."

Dilansir dari CNN, petugas polisi bernama Adam Coy tersebut dilaporkan menunggu beberapa menit bersama rekannya sebelum mendekati Hill, yang masih hidup. Namun, tak lama kemudian pria kulit hitam tersebut meninggal.

Hill adalah warga Afrika-Amerika kedua yang dibunuh oleh polisi di Columbus dalam waktu kurang dari tiga minggu. Sebelumnya, Casey Goodson Jr (23) ditembak beberapa kali pada 4 Desember saat kembali ke rumah. Keluarganya mengatakan dia memegang sandwich yang oleh penegak hukum dikira pistol.

Pembunuhan di Columbus terjadi setelah musim panas di mana AS diguncang oleh protes bersejarah terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi, yang dipicu oleh pembunuhan pria Afrika-Amerika George Floyd pada Mei.

Walikota Columbus Andrew Ginther mengatakan dia "marah" dengan kematian Hill. "Dia (Hill) dikenal oleh penghuni rumah tempat mobilnya diparkir di jalan," kata Ginther dalam konferensi pers.

Ginther mengatakan dia sangat terganggu karena kedua petugas polisi itu tidak memberikan pertolongan pertama kepada Hill saat pria kulit hitam tersebut masih hidup. Ia juga menyerukan agar Adam Coy segera dipecat.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait