Beberapa anggota keamanan (Presidential Security Group) Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang bertugas menjamin keselamatan sang presiden ternyata sudah divaksin
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 29 Desember 2020 - 15:30 WIB
WowKeren - Pejabat pemerintah Filipina menyatakan jika anggota tim keamanan Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menerima vaksin virus corona asal Tiongkok. Kendati demikian, vaksin yang disuntikkan rupanya belum mendapat izin secara peraturan.
Diketahui, Filipina sendiri tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan farmasi seperti AstraZeneca dari Inggris, perusahaan AS Pfizer dan Sinopharm dari Tiongkok. Filipina rencananya akan melakukan vaksinasi pada kuartal kedua 2021. Untuk agenda ini negara tersebut membutuhkan sebanyak 60 juta dosis vaksin.
Namun, perlu digarisbawahi jika hingga kini belum ada vaksin yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) negara itu. Izin edar ini seharusnya diperlukan sebelum vaksin bisa digunakan pada 110 juta penduduk Filipina.
Kendati demikian, beberapa anggota keamanan presiden atau Presidential Security Group (PSG) yang bertugas menjamin keselamatan sang presiden ternyata sudah divaksin. Hal ini disampaikan oleh kepala unit Brigadir Jenderal Jesus Durante.
Namun Durante tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak anggota yang divaksin. "PSG memberikan vaksin COVID-19 kepada personelnya yang melakukan operasi keamanan dekat dengan Presiden," ujarnya seperti dilansir CTV News.
Sementara untuk Duterte sendiri, Durante menyatakan jika sang presiden saat ini masih menunggu vaksin yang sempurna dan tepat. Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan jika vaksin Sinopharm telah diberikan kepada para tentara, mengonfrmasikan komentar Duterte pada akhir pekan bahwa "beberapa orang terpilih" telah disuntik dengan vaksin asal Tiongkok.
Masih dilansir CTV News, Duterte sempat mengungkap keyakinannya pada vaksin buatan Tiongkok dan Rusia. Ia bahkan menawarkan dirinya sebagai kelinci percobaan untuk vaksin corona asal Rusia Sputnik V.
"Kabarnya vaksin sudah ada di sini dan jika kami tidak bisa mendapatkan vaksin dari perusahaan Barat," kata Roque. "Teman dan tetangga kami Tiongkok bersedia memberi."
Ia menegaskan jika upaya menyuntikkan vaksin yang belum memiliki izin edar bukanlah tindakan yang dilarang. "Yang ilegal adalah terkait distribusi dan penjualan," paparnya.
(wk/zodi)