Mantan Dubes AS Sebut Trump Tak Prioritaskan Negara dan Lebih Pentingkan Diri Sendiri
Getty Images
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Pernyataan ini disampaikan mantan duta besar Amerika Serikat, Jon Huntsman Jr., usai massa pendukung presiden menyerbu masuk Gedung Kongres pada Rabu (6/1).

WowKeren - Mantan duta besar Amerika Serikat, Jon Huntsman Jr., mengkritik Presiden Donald Trump karena mengedepankan kepentingannya sendiri di atas kepentingan bangsa. Pernyataan ini disampaikan usai pendukung presiden menyerbu masuk Gedung Kongres pada Rabu (6/1) petang waktu setempat.

Pada Kamis (7/1) duta besar yang ditunjuk Trump itu mengajak rakyat Amerika itu bersatu dan melewati masa sulit dalam sejarah. Sebagaimana diketahui, massa pendukung Trump menerobos masuk Capitol Hill sehingga anggota Kongres sempat menunda meresmikan kemenangan presiden terpilih Joe Biden.

"Cahaya kami dipadamkan oleh perilaku ceroboh yang berulang kali dilakukan presiden kami, yang telah memperlihat berkali-kali ia lebih peduli pada ego dan kepentingannya dibandingkan membangun kepercayaan pada lembaga demokrasi kami yang rapuh," kata Huntsman.

Huntsman sendiri telah mengundurkan diri pada 2019 usai menjabat sebagai duta besar untuk Rusia selama dua tahun. Ia bergabung dengan mantan pejabat Trump lainnya yang mengecam penyerbuan ke Capitol Hill. Kelompok ini termasuk mantan jaksa agung William Barr dan mantan kepala staf John Kelly.

Di sisi lain, kerushan terjadi setelah massa pendukung Donald Trump sempat menerobos Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat. Massa menyerbu Capitol pada saat rapat Kongres terkait finalisasi penghitungan hasil suara Pilpres AS yang memenangkan Joe Biden dilaksanakan.


Menurut sumber seorang anggota Kongres AS, petugas kepolisian pengamanan obyek vital langsung bersiaga dengan mencabut senjata api mereka ketika massa Trump hendak menerobos ke ruang sidang.

Sumber itu mengatakan para pendukung Trump terus menggedor-gedor pintu masuk ruang sidang yang dikunci.

"Petugas keamanan Kongres dan kepolisian ibu kota bersiaga dengan memegang senjata api, sementara para pengunjuk rasa terus menggedor pintu. Kami diminta mengenakan masker gas air mata dan tiarap," kata sumber itu.

Sementara itu, Kongres sudah mengesahkan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden AS. Pengesahan ini dilakukan beberapa jam setelah terjadi kerusuhan.

Dua anggota Kongres dari Partai Demokrat AS bahkan mendorong Kabinet menggunakan Amandemen 25 untuk menggulingkan Trump dari kursi Presiden. Jika tidak, mereka mempertimbangkan kembali memakzulkan Trump untuk kedua kalinya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts