Civitas Akademika Universitas Airlangga (UNAIR) turut kehilangan salah satu alumninya dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Simak pernyataan Rektor UNAIR berikut ini.
- Eva Lestari
- Senin, 11 Januari 2021 - 13:22 WIB
WowKeren - Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) lalu menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak. Di antaranya adalah civitas akademika Universitas Airlangga (UNAIR) karena salah satu alumninya turut menjadi korban dalam kecelakaan ini.
Dilansir dari detik.com, seorang alumni UNAIR dari Fakultas Hukum (FH) yang bernama Fadly Satrianto turut menjadi korban dalam insiden ini. Karena itulah Rektor UNAIR Prof M Nasih menyampaikan ucapan belasungkawanya kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Innalilahi wa innalilahi rojiun. Rektor dan seluruh civitas akademika Universitas Airlangga berbelasungkawa atas gugurnya saudara kita, Fadly Satrianto SH dalam kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di daerah Kepulauan Seribu pada Hari Sabtu, 9 Januari 2021. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan keikhlasan," kata Rektor Prof M Nasih dilansir dari detik.com pada Senin (11/1).
Dalam pernyataan tersebut juga dijelaskan bahwa Fadly Satrianto merupakan alumnus FH angkatan 2011. Ketika menjadi menempuh pendidikan jenjang sarjana di UNAIR, Fadly dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi. Ia bahkan sempat tergabung dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2013-2015.
Tak hanya itu, sebab Fadly juga dikenal sebagai salah satu mahasiswa teladan yang mampu menyelesaikan pendidikannya di UNAIR hanya dalam waktu 3,5 tahun. "Setelah menyelesaikan pendidikan selama 3,5 tahun pada program studi Ilmu Hukum pada tahun 2015, Fadly Satrianto melanjutkan pendidikan di sekolah penerbangan," imbuh Rektor Prof M Nasih.
Setelah itu, Fadly memutuskan untuk bekerja sebagai first officer dari maskapai NAM Air yang merupakan anak perusahaan dari Sriwijaya Air. Ia dijadwalkan melakukan penerbangan pada Minggu (10/1) untuk pesawat dari Pontianak menuju Solo. Saat hendak bertolak menuju Pontianak, Fadly akhirnya mengalami kecelakaan nahas ini.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut ada 50 penumpang dan 12 orang kru di dalam pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pesawat ini juga sempat delay selama 30 menit karena cuaca buruk.
(wk/eval)