Sampai Tewaskan 3 Orang, Ini Analisis BMKG Soal Penyebab Gempa Majene Sulbar
Twitter/Pandasheva
Nasional
Gempa Majene Sulbar

BMKG membeberkan analisis penyebab gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang mengguncang Majene, Jumat (15/1). Gempa ini merupakan rangkaian kejadian serupa pada Kamis (14/1).

WowKeren - Indonesia kembali berduka. Usai banjir besar menerjang Kalimantan Selatan pada Kamis (14/1) kemarin, kini Sulawesi Barat yang harus "terluka" akibat gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang mengguncang pada Jumat (15/1) dini hari.

Gempa bumi ini berpusat di Majene sampai membuat Kantor Gubernur Sulbar rusak serta 3 warga dilaporkan meninggal dunia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun buka suara untuk menganalisis penyebab terjadinya bencana alam tersebut.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," tutur Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno lewat keterangan tertulisnya, Jumat (15/1).

Gempa bumi tektonik ini terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau pukul 02.28 waktu setempat. Episentrum gempa di Majene terletak pada koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 KM arah timur laut Majene pada kedalaman 10 km.


Hingga pukul 02.20 WIB atau pukul 03.20 waktu setempat, hasil monitoring BMKG menunjukkan 6 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo maksimum M 4,1. Sedangkan gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang terjadi Jumat dini hari tadi merupakan rangkaian gempa bumi yang terjadi sebelumnya.

"Gempa bumi ini masih merupakan rangkaian gempa bumi," ungkap Bambang, dilansir dari Detik News. "Pada tanggal 14 Januari 2021 Pukul 13.35 WIB dengan magnitudo M 5,9."

Gempa bumi yang terjadi pada dini hari ini dilaporkan terasa hingga ke berbagai wilayah dengan skala yang berbeda-beda, seperti warga Mamuju IV-V MMI merasakan getaran yang membangunkan mereka sedangkan warga Mamasa III MMI merasakan getaran yang nyata sampai ke dalam rumah selayaknya ada truk yang lewat. Namun gempa besar ini dilaporkan tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Gempa bumi Majene pun menjadi bahasan panas di lini masa media sosial Indonesia. Dipantau pada Jumat pagi, #gempamajene masih menjadi salah satu trending topic teratas di Indonesia, dengan kebanyakan dari warganet terus memberi doa dan dukungan kepada para warga di lokasi kejadian.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts