Pondok Pesantren di Cipanas Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
pixabay.com
Nasional

Pada Sabtu (16/1) malam, Pondok Pesantren Al Madaroh yang terletak di Kecamatan Cipanas, Jawa Barat, roboh. Akibatnya, belasan santri tertimpa bangunan dengan delapan orang mengalami luka serius.

WowKeren - Pondok Pesantren Al Madaroh yang terletak di Kampung Loji, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, roboh pada Sabtu (16/1) malam. Peristiwa ini menyebabkan belasan santri tertimpa bangunan dengan delapan orang mengalami luka serius.

Dilansir dari Antara pada Minggu (17/1), Kapolsek Pacet AKP Galih menyatakan pihaknya belum mengetahui penyebab pasti robohnya bangunan tiga lantai tersebut. Namun, polisi memperkirakan ambruknya bangunan ini disebabkan karena usianya yang sudah tua.

"Delapan orang berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan pertolongan medis, seorang di antaranya dirujuk ke RSUD Cianjur karena mengalami luka patah di bagian tangan. Penyebab robohnya bangunan masih didalami, diduga akibat usia bangunan yang sudah tua," kata Galih.

Hingga Sabtu malam, polisi bersama TNI, relawan dan warga sekitar bekerjasama untuk mengevakuasi delapan santri yang terjebak di reruntuhan bangunan. "Kami bersama anggota koramil, Armed 5 Cipanas, relawan, dan warga sekitar masih berupaya mengevakuasi delapan santri lainnya," imbuh Galih.


Di sisi lain, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Irfan Sopyan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim petugas ke lokasi kejadian untuk membantu mencari korban. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait guna menyiapkan alat berat untuk menangani peristiwa tersebut.

"Kami belum bisa memastikan penyebab robohnya bangunan ponpes, namun saat ini petugas bersama relawan dari 2 kecamatan sudah meluncur ke lokasi. Kami masih melakukan pendataan guna memastikan berapa orang yang ada di dalam bangunan," papar Irfan.

Sementara itu, proses pencarian korban di reruntuhan pesantren tersebut sempat dihentikan pada Minggu dini hari. Namun petugas kembali melakukan pencarian pada Minggu pukul 08.00 WIB. "Karena malam semakin larut dan petugas untuk masuk ke dalam reruntuhan sangat rawan, ditambah penerangan yang minim, pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan pagi pukul 08.00 WIB. Harapan kami sudah tidak ada korban di dalam reruntuhan," pungkas Irfan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts