Tiongkok Dihantam Kasus ‘Super Spreader’ Corona, 3 Juta Orang Di Lockdown
Reuters/CNSPhoto
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang salesman di Tiongkok telah memicu kasus super spreader setelah menularkan virus corona ke lebih dari 100 orang. Akibatnya, negara ini kembali mengalami outbreak.

WowKeren - Tiongkok kembali mengalami outbreak akibat kasus super spreader dari seorang salesman. Kasus ini membuat otoritas Tiongkok menerapkan lockdown di dua kota yang ada di Provinsi Jilin.

Setidaknya tiga juta orang yang tercatat tinggal di dua kota tersebut menjalani lockdown mulai Senin (18/1) waktu setempat. Kebijakan ini diterapkan setelah seorang salesman secara tidak sadar menularkan virus corona ke 109 orang.

Pemberlakukan lockdown ini membuat lebih dari 19 juta orang di wilayah Tiongkok bagian timur laut dilarang meninggalkan rumah mereka. Selain itu, mereka juga hanya bisa keluar rumah setelah mendapatkan izin dari otoritas setempat. Izin itu pun terbatas meliputi keluar untuk berbelanja kebutuhan pokok setiap tiga hari sekali.

Dilansir New York Post, salesman yang tidak disebut identitasnya itu berasal dari Provinsi Heilongjiang dan berpergian untuk menggelar seminar kesehatan. Tanpa disadari, ia ternyata telah terinfeksi COVID-19 tanpa gejala (asymptomatic).

Salesman ini kemudian menularkan virus corona ke sejumlah warga lanjut usia selama beberapa hari. Ia akhirnya berhasil dilacak oleh otoritas kesehatan setempat setelah diketahui menjadi kontak dekat salah satu pasien positif COVID-19 yang tertular darinya.


Dilansir dari CNN, Deputi Direktur Komisi Kesehatan Provinsi Jilin, Zhang Yang menjelaskan salesman itu menularkan virus corona kepada 79 orang hadir di seminar. Mereka kemudian menularkan kembali COVID-19 kepada 23 kontak dekat mereka.

Dengan jumlah tersebut, maka total ada 102 kasus corona yang terjadi di Tiongkok akibat salesman itu. Zhang juga membenarkan jika para lansia, yakni rata-rata usia 63-78 tahun menjadi korban kasus spread spreader ini.

Penyebaran virus corona itu disebut sebagai kasus super spreader karena seorang individu menularkan virus ke sejumlah besar orang. Hal itu terjadi karena tingginya muatan virus dalam droplet mereka, atau karena faktor lain seperti perilaku dan waktu.

Otoritas Tiongkok menjelaskan salesman ini memang menggelar seminar kesehatan bagi warga paruh baya. Kini, sejumlah tempat yang menjadi lokasi seminar sedang diselidiki dan dilacak penyebaran virus corona. Tak hanya itu, penyelidikan juga dilakukan demi mengetahui apakah aktivitas itu ilegal atau tidak.

Sebagai informasi, seminar kesehatan bagi lansia di Tiongkok terkadang sering memasarkan produk-produk yang diklaim bisa membuat usia panjang umur. Media Tiongkok bahkan telah mengecam seminar kesehatan tersebut sebagai aktivitas yang “mempertaruhkan nyawa demi uang, dengan kedok kepedulian soal kesehatan para lansia”.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts