Bukan Main! PBB Ungkap Pandemi COVID-19 Lenyapkan 255 Juta Pekerjaan Tetap
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang berada di bawah naungan PBB mengungkap pemangkasan jam kerja akibat pandemi COVID-19 sepanjang 2020 setara dengan hilangnya 255 juta pekerjaan tetap.

WowKeren - Pandemi COVID-19 sudah "menemani" Bumi lebih dari setahun. Berbagai krisis dan gejolak pun mengiringi, termasuk perkara hilangnya lapangan-lapangan pekerjaan.

Dan belakangan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap fakta mengejutkan soal dampak luar biasa pandemi COVID-19 terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan di dunia. Tak tanggung-tanggung, dalam laporan tahunannya, terungkap bahwa total jam kerja di seluruh dunia sudah terpangkas hingga 8,8 persen sepanjang 2020 atau setara dengan hilangnya 255 juta pekerjaan tetap.

"Ini empat kali lebih besar dibanding angka pada krisis ekonomi global pada 2009," beber Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang merupakan bagian dari PBB, Senin (25/1). Namun Kepala ILO, Guy Ryder, menegaskan bahwa laporan 255 juta pekerjaan tetap yang hilang ini mengacu pada jumlah jam kerjanya.

Atau dengan kata lain, hilangnya 255 juta pekerjaan tetap ini tidak sama dengan adanya 255 juta pengangguran di seluruh dunia. Sebab dalam catatan ILO, diperkirakan saat ini ada 220 juta orang yang menjadi pengangguran akibat wabah virus Corona, atau kurang lebih naik sekitar 1,1 persen. Sebanyak 33 juta di antaranya merupakan pengangguran baru yang benar-benar terdampak COVID-19.


"Selain itu, ada juga 81 juta orang yang tidak tercatat pengangguran, tetapi mereka tidak bekerja," jelas Ryder, dilansir dari Channel News Asia, Selasa (26/1). "Antara mereka tidak bisa bekerja karena pembatasan sosial atau karena kewajiban sosial."

Perihal jam kerja yang hilang ini, dijelaskan oleh Ryder, merupakan bagian dari konsekuensi kebijakan perusahaan. Banyak perusahaan di dunia, tutur Ryder, yang memangkas jam kerjanya demi bisa tetap mempertahankan para karyawannya di masa pandemi COVID-19 yang menghimpit.

Situasi ini jelas merembet pada berbagai aspek lain, termasuk pendapatan domestik bruto (PDB / GDP) dunia. Ryder mengungkap, nilai PDB dunia saat ini menurun 4,4 persen pada 2020 lalu, atau setara dengan USD3,77 triliun.

Oleh karena itu, sangat besar harapan Ryder agar wabah virus SARS-CoV-2 ini bisa segera dihentikan demi memulihkan ekonomi global, secara khusus dari segi ketersediaan lapangan kerja. Salah satunya adalah dengan program vaksinasi yang saat ini sudah mulai dilakukan di berbagai negara.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts