Camilla Disebut Jadi Alasan Ratu Elizabeth Ogah Turun Takhta
Selebriti

Ratu Elizabeth telah memerintah sejak 1952. Hal ini berarti sang Ratu sudah menjabat selama hampir 69 Tahun, yang membuatnya menjadi pemimpin Kerajaan Inggris dengan periode terlama.

WowKeren - Ratu Elizabeth II akan berusia 95 tahun pada bulan April mendatang. Meski demikian, pemimpin Kerajaan Inggris tersebut tampaknya sama sekali belum mau turun dari takhtanya.

Ratu Elizabeth sendiri tercatat telah memerintah sejak tahun 1952 silam. Hal ini berarti bahwa sang Ratu sudah menjabat selama hampir 69 tahun, yang membuatnya menjadi pemimpin Kerajaan Inggris dengan periode terlama.

Pewaris takhta Ratu Elizabeth, yakni Pangeran Charles selaku putra sulungnya pun sudah menginjak usia 72 tahun. Akan tetapi, hingga kini belum ada tanda-tanda kapan sang Ratu mewariskan takhtanya pada sang putra. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat jika sang Ratu tampaknya ingin langsung memberikan takhta pada cucunya, Pangeran William.

Lantas, apa yang menyebabkan Ratu Elizabeth II tak mau turun dari singgasananya dan mewariskan tampuk kekuasaan pada Charles?

Usut punya usut, kehidupan rumah tangga Pangeran Charles yang sudah menjadi konsumsi publik sejak lama menjadi salah satu pertimbangan Ratu Elizabeth. Jika sebelumnya Charles dielu-elukan menjadi Raja berikutnya saat menikah dengan Putri Diana, maka kini publik justru berpikir sebaliknya.

Semenjak skandal perselingkuhannya dengan Camilla mencuat dan perceraiannya dengan Diana, publik seakan tak lagi menaruh hormat pada Pangeran Charles. Pasalnya, jika Charles naik takhta, maka Camilla otomatis akan menjadi Ratu. Oleh karena itu, sebagian besar justru mendukung agar William yang mengampu takhta berikutnya dari Ratu Elizabeth.


Hal inilah yang disebut-sebut membuat Ratu merasa perlu berpikir berulang kali untuk mewariskan takhtanya pada Charles. Pemimpin monarki Inggris itu disebut-sebut mengkhawatirkan reaksi publik yang akan mengecam keluarga Kerajaan jika nanti Charles naik takhta dan Camilla mendapatkan gelar Ratu Permaisuri.

Selain faktor tersebut, ada hal lain yang dianggap menjadi penyebab sang Ratu enggan turun takhta. Salah satunya adalah kecintaan Ratu pada monarki, sehingga ia mendedikasikan seumur hidupnya untuk memerintah.

Saat menginjak usia 21 tahun, Ratu Elizabeth muda bahkan pernah berjanji bahwa ia akan menjadi Ratu Inggris seumur hidupnya. "Saya menyatakan kepada Anda semua bahwa seluruh hidup saya apakah itu panjang atau pendek akan dikhususkan untuk melayani Anda dan keluarga kekaisaran," ungkap sang Ratu kala itu.

Tak hanya itu, penulis buku biografi Ratu Elizabeth, Sarah Bradford, juga mengungkapkan bahwa istri Pangeran Philip tersebut merasa jika memerintah Inggris adalah suatu tugas dalam hidupnya. "Ratu bahkan tidak pernah memikirkan untuk mengundurkan diri," tuturnya

Tak hanya itu. Rakyat Inggris diketahui sangat mencintai Ratu Elizabeth. Bahkan ada pula survei yang menyebut bahwa 70 persen dari rakyat Inggris akan lebih memilih Ratu tetap berkuasa selama beliau masih hidup.

Pakar Kerajaan Nick Bullen bahwa menuturkan bahwa Ratu tak akan menyerahkan takhtanya dalam waktu dekat, sampai ia meninggal. Apalagi melihat dari sejarah keluarga, tampaknya Ratu Elizabeth II akan berumur panjang. "Ibu Sang Ratu meninggal di usia 101 tahun. Ratu ada untuk waktu yang panjang," ujarnya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts