Bukan Main! Negara Lain Rebutan, RI Gercep Amankan 426 Juta Dosis Vaksin COVID-19
Nasional

Dalam sambutannya di Peresmian Pembukaan Munas VI APEKSI, Kamis (11/2), Presiden Joko Widodo membanggakan upaya pemerintah yang sudah melobi hingga mendapatkan komitmen 426 juta dosis vaksin COVID-19.

WowKeren - Vaksinasi diharapkan menjadi solusi untuk mengendalikan wabah virus Corona. Tak hanya di Indonesia, langkah intervensi ini juga dilakukan di beberapa negara lain yang tentu akhirnya menimbulkan mekanisme perebutan vaksin di pasar dunia.

Beruntungnya, seperti diungkap Presiden Joko Widodo, Indonesia saat ini sudah mengantongi komitmen hingga 426 juta dosis vaksin COVID-19. Memang dengan jumlah penduduk Indonesia yang sampai 270 juta jiwa, Indonesia tampaknya harus bergerak cepat mengamankan dosis vaksin lantaran saat ini pun banyak negara yang masih berebut mendapatkan jatah.

"Vaksin ini produsennya enggak banyak tapi direbutkan 215 negara. Sekarang ini yang baru bisa berjalan vaksinasinya kira-kira 42 negara," ungkap Jokowi kala membuka Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Kamis (11/2).

Penjelasan Jokowi ini sekaligus menyiratkan seberapa berebutnya negara-negara tersebut dalam mendapatkan vaksin. "Yang lain rebutan mendapatkan vaksin. Kita dapat komitmen 426 juta," imbuh Jokowi dalam sambutan yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden itu.


Untuk bisa mengamankan ratusan juta dosis vaksin ini memerlukan usaha yang tak main-main. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai langkah pendekatan kepada produsen vaksin sejak Agustus 2020.

"Ini alhamdulillah karena sejak Agustus kita sudah pendekatan. Bukan barang yang mudah, semua negara rebutan," terang Jokowi.

Karena itulah, sejak pertengahan Januari 2021 kemarin Indonesia telah memulai program vaksinasinya. Tentu saja yang menjadi target dari kegiatan ini adalah kekebalan komunal atau herd immunity. "Maka vaksinasi harus tepat sasaran. Jangan sampai meleset," pungkasnya menegaskan.

Jokowi sendiri menetapkan target ambisius yakni menyelesaikan vaksinasi dalam satu tahun. Padahal Indonesia diprediksi Indonesia baru bisa menyelesaikan vaksinasi dalam jangka waktu lebih dari 1 dekade.

Di sisi lain, Jokowi juga menetapkan target 1 juta vaksinasi sehari. Kedua hal ini meski bermaksud untuk mempercepat vaksinasi namun dianggap tidak realistis oleh pakar epidemiologi.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait