Ini Kata Ganjar Soal Pemerintah Bakal Buka Sekolah Tatap Muka Bulan Juli
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo buka suara menanggapi terkait wacana pemerintah yang bakal kembali menggelar sekolah tatap muka pada bulan Juli mendatang usai vaksinasi COVID-19 pada guru rampung.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana untuk membuka sekolah tatap muka pada bulan Juli 2021 mendatang setelah para guru mendapat vaksin COVID-19. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun menyebutkan sekolah tatap muka di daerahnya baru akan dilakukan setelah menggelar uji coba terlebih dahulu.

Ganjar menjelaskan, guru memang termasuk kelompok profesi yang diprioritaskan menerima vaksin. Saat ini percepatan vaksinasi di daerah tergantung jumlah pengiriman vaksin ke daerah-daerah.

"Banyak yang tanya ke saya, 'Pak Gubernur apakah guru termasuk kelompok profesi yang diprioritaskan (vaksinasi)?' Iya, cuma seberapa cepat itu bisa dilakukan itu tergantung berapa banyak vaksin yang akan dikirim, kalau vaksin banyak saya akan siapkan vaksinasi massal, guru jadi salah satu prioritas, termasuk kiai, nyai, juga jadi prioritas karena ini juga pendidikan, ya," ujar Ganjir di rumah dinasnya, Rabu (24/2).


Ia menjelaskan grafik kasus COVID-19 di Jateng memang makin turun, namun jangan terburu-buru senang dan tetap harus ada uji coba sebelum sekolah tatap muka dilakukan. Jika perlu masih harus zonasi dari kasus COVID-19.

"Karena ini belum terjadi maka hati-hati, kalau toh nanti sudah dilakukan vaksinasi, kami masih akan melakukan uji coba, dan itu harus didasarkan dari data sains yang muncul dari info COVID-nya, kalau daerahnya itu kita masih pakai ukuran warna merah, oranye, kuning, hijau kami akan buat jadi kalau sudah divaksin akan diujicobakan di daerah yang lebih aman," terangnya.

Apabila uji coba berhasil dan vaksinasi kepada guru sudah rampung, disiplin protokol kesehatan tetap tidak boleh kendor karena divaksin pun tetap berpotensi terkena Corona meski persentasenya kecil. "Kalau sudah bisa berhasil bisa diaplikasi, cuma kalau kita lihat jangan sampai nanti vaksin mulai banyak disiplinnya berkurang," tegasnya. "Bukan tidak mungkin lho dari beberapa kejadian ada lebih banyak yang tidak tertular setelah divaksin, tapi ingat yang sudah divaksin pun akhirnya positif meskipun persentasenya sangat kecil."

Seperti yang diketahui, Kemendikbud akan memastikan proses pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi COVID-19. "Secara bertahap diusahakan di semester ini sudah buka," kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri, Kamis (25/2).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts