Digelar Tertutup, Vaksinasi COVID-19 Untuk DPR dan Keluarga Tuai Kritikan Pakar
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra melontarkan kritik ke para anggota DPR RI yang menjalani vaksinasi COVID-19 bersama keluarganya secara tertutup.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 tahap kedua terus berjalan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat bersama keluarganya pun dijadwalkan untuk mendapatkan vaksin corona pada Jumat (26/2) hari ini.

Namun, pelaksanaan vaksinasi itu dilakukan secara tertutup dimana tak ada media satu pun yang bisa meliput. Hal ini kemudian menuai kritikan dari Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra.

Menurut Hermawan, vaksinasi COVID-19 ke anggota keluarga DPR itu patut dipertanyakan, apakah memang kelompok tersebut masuk sasaran prioritas atau bukan. Pasalnya, program vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini hanya menyasar petugas pelayanan publik.

"Keluarganya (DPR) ini harus jadi pertanyaan juga, apakah dia masuk dalam sasaran prioritas atau bukan," kata Hermawan, Jumat (26/2). "Jadi disinyalir (vaksinasi keluarga DPR) tidak tepat sasaran."


Ahli epidemiologi itu juga mempertanyakan alasan vaksinasi ke para anggota dewan dilangsungkan secara tertutup. Padahal anggota DPR termasuk influencer atau pemengaruh yang baik untuk mempromosikan vaksin COVID-19 pada konstituennya.

Vaksinasi yang digelar secara tertutup itu juga patut menjadi perhatian pemerintah pusat. Sebab ia menduga akan muncul pertanyaan soal vaksin COVID-19 jenis apa yang diberikan kepada para anggota DPR sehingga mesti dilakukan tertutup dan melibatkan anggota keluarga.

"Kalau itu dilakukan tertutup, itu harus ditelusuri, siapa yang berinisiatif, apakah inisiatif program pemerintah, ataukah ini inisiatif DPR sendiri dari jalur vaksin mandiri," paparnya. "Apa merknya, sumber dari APBN bukan. Jadi ini catatan juga untuk pemerintah, dan anggota DPR."

Sekedar informasi, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk DPR dan keluarganya dilaksanakan di Komplek Gedung DPR/MPR Jakarta. Diketahui, jumlah anggota DPR sebanyak 575 orang. Jika ditambah anggota keluarga dan stafnya, maka ada ribuan orang yang diperkirakan bakal menerima jatah vaksin virus corona gratis dari pemerintah.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyebutkan jika vaksinasi anggota legislatif sudah dimulai sejak Rabu (24/2) lalu yakni penyuntikan ke anggota DPR. Bukan hanya ke anggota DPR, vaksinasi juga menyasar anggota DPD dan DPRD dengan target sekitar 15 ribu orang.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts