Bantu Vaksinasi COVID-19, KPU 'Bocorkan' Data Pemilih Pemilu 2019 dan Pilkada 2020
Pixabay/DoroT Schenk
Nasional
Vaksin COVID-19

KPU dan Kemenkes akan menandatangani MoU terkait data pemilih di Pemilu untuk keperluan distribusi vaksin COVID-19 pada Selasa (2/3) besok. Begini perkembangannya.

WowKeren - Beberapa waktu lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tegas ungkap rasa jera memakai data dari pihaknya terkait penerima vaksin COVID-19. Karena itulah kemudian Komisi Pemilihan Umum dilirik untuk menjadi pemasok data akurat peserta vaksinasi yang sedianya siap dieksekusi dalam waktu dekat.

KPU dilaporkan menyiapkan data pemilih pada Pemilihan Umum 2019 dan Pemilihan Kepala Daerah 2020 untuk mendukung program vaksinasi COVID-19 tersebut. Dalam hal ini, dijelaskan Komisioner KPU Viryan Azis, data yang disiapkan Kemenkes berupa data penduduk berusia 18 tahun ke atas sesuai peserta Pemilu.

"KPU menyiapkan data berbasis keluarga, TPS dan desa/kelurahan untuk diakses. Data penduduk usia 18 tahun ke atas," ujar Viryan, Senin (1/3). "Data dari data pemilu nasional (2019) dan data Pilkada (2020)."

Viryan menegaskan, KPU memang berkomitmen untuk membantu Kemenkes dalam menyiapkan data pemilih sebagai basis penerima vaksin COVID-19. Karena itulah Kemenkes memerlukan akses pemanfaatan data dan KPU memfasilitasi hal tersebut.


Untuk itulah, sedianya KPU dan Kemenkes akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama penanggulangan pandemi COVID-19 sekaligus penyerahan akses data pemilih. Penandatanganan MoU ini sedianya dilakukan oleh Menkes Budi Gunadi dan Pelaksana Tugas Ketua KPU Ilham Saputra pada Selasa (2/3) besok.

Perihal pemakaian data penerima oleh KPU ini sebelumnya telah dijelaskan oleh mantan Ketua KPU Arief Budiman. Sang komisioner menjelaskan bahwa Kemenkes memerlukan data penduduk kategori khusus untuk memetakan penerima vaksin COVID-19, dalam hal ini yakni berusia di rentang 18-59 tahun.

"Kemenkes membutuhkan daya dukung dari KPU terkait dengan data pemilih. Jadi data penduduk yang punya kategori khusus," kata Arief. "KPU menyediakan data pemilih yang merupakan bagian dari data penduduk yang berusia 17 hingga 59 tahun. Sementara yang akan menjadi sasaran atau target vaksin usia 18-59 tahun."

Vaksinasi sendiri merupakan upaya pemerintah untuk menanggulangi pandemi COVID-19 yang terjadi. Sebelumnya Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sudah mengungkap jenis-jenis vaksin yang telah diamankan oleh Indonesia hingga jutaan dosis.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts