Waspada! Sudah Setahun Berlalu, Ternyata Pasien 02 Masih Alami Long COVID-19 Hingga Kini
Instagram/mariadarma
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Long Covid menjadi salah satu dampak berkelanjutan bagi penyintas COVID-19, yakni ketika gejala 'sisa' penyakit masih dirasakan hingga beberapa bulan setelah dinyatakan sembuh.

WowKeren - Hari Selasa (2/3) ini merupakan tepat setahun pandemi COVID-19 di Indonesia. Dan tentu masih lekat di ingatan publik soal 2 pasien perdana yang diumumkan Presiden Joko Widodo, yang salah satunya kini kembali menjadi sorotan.

Pasalnya Maria Darmaningsih sang Pasien 02 mengaku masih mengalami dampak jangka panjang dari infeksi saluran pernapasan tersebut. Dikenal sebagai "Long Covid", Maria mengaku mengalami sejumlah gejala seperti sulit berkonsentrasi ketika menjalani rapat secara daring sampai perlunya waktu lebih untuk bisa mengingat kembali memori masa silamnya.

"Saya rasanya pulih ya, tapi kadang-kadang ada memori yang suka agak lama terpikir. Misalnya, nama jalan, saya sering dengar kok tapi lupa di mana? Aku harus diam dulu, aku tanya anakku, baru teringat," jelas Maria, Senin (1/3).

"Sekitar 5 bulan yang lalu misalnya, dengar ada Jalan Ampera, aku diam dulu. Ampera kayaknya aku tahu. Padahal dulu setiap hari aku lewatin, kok sekarang tiba-tiba tanya di mana," ujar Maria, dilansir dari Kompas. "Itu ternyata Long Covid, kayak begitu."


Dan kondisi semacam ini rupanya tidak hanya dialami oleh Maria. Ia mengaku teman-temannya juga mengalami gejala sejenis seperti memori indera penciumannya yang terganggu. "Kayak dia melihat durian tapi dia lupa rasanya," terang Maria.

Maria juga mengaku masih merasakan sisa-sisa gejala COVID-19 padahal sudah setahun berlalu sejak ia dikonfirmasi positif COVID-19. Seperti misalnya napas yang tak lagi sekuat dulu, seperti ketika berbicara harus sesekali diam sebentar untuk menghela napas panjang, atau bahkan seperti terengah-engah.

"Ini aku kadang alami Long Covid seperti ini sih. Napasnya kayak terengah-engah, kamu dengar kan?" tutur Maria. "Dulu aku enggak gini. Kalau jalan pagi, sekarang tuh, kadang-kadang merasa 'lho kok capek ya'."

Dalam sebuah studi memang diungkap hampir sepertiga pasien COVID-19 mengalami gejala yang menetap sampai 9 bulan sesudah didiagnosis, bahkan termasuk mereka yang bergejala ringan. Namun dalam beberapa kasus seperti yang dialami Maria masih berlangsung bahkan hingga setahun berlalu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts