Jokowi Cabut Aturan Investasi Miras, Ngabalin: Presiden Memimpin Pakai Hati
Instagram/ngabalin
Nasional
Pro-Kontra Perpres Investasi Miras

Terkait keputusan sang Presiden untuk mencabut aturan tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin pun menyebut Jokowi mendengar suara para ulama.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah membatalkan izin investasi minuman keras (miras) yang sempat tercantum di Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Menurut Jokowi, pencabutan aturan tersebut dilakukannya setelah mendapat banyak masukan dari tokoh-tokoh lintas agama.

Terkait keputusan sang Presiden tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi mendengar suara para ulama. Jokowi juga disebut Ngabalin memimpin dengan menggunakan hati.

"Artinya Presiden mendengar, memimpin pakai hati, memimpin dengan rasa," tutur Ngabalin kepada CNN Indonesia, Rabu (3/3). "Betul-betul merasakan apa yang juga dirasakan oleh umat, oleh ulama, tokoh-tokoh agama."

Lebih lanjut, Ngabalin menjelaskan bahwa mencabut aturan yang telah diteken bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, tutur Ngabalin, Jokowi mengutamakan aspirasi para ulama.

Selain itu, pembatalan izin investasi miras juga dinilai Ngabalin sebagai bentuk keterbukaan Jokowi. Menurut Ngabalin, Jokowi menerima seluruh kritik yang disampaikan oleh publik.


"Presiden Jokowi itu manusia biasa, punya hati, punya perasaan, punya pikiran," kata Ngabalin. "Jadi gunakan pendekatan yang baik (dalam mengkritik)."

Lebih lanjut, keputusan pencabutan atran invesasi miras ini dinilai Ngabalin sekaligus membantah anggapan bahwa Jokowi tak pro-Islam dan ulama. Politis Partai Golkar tersebut lantas menyindir orang-orang yang mengaku sebagai ulama namun kerap menyerang sang Presiden.

"Kalau belum cukup-cukup ilmu, belum cukup-cukup akhlak, belum cukup-cukup pengetahuan, sudahlah, setop men-declare diri sebagai tokoh agama, ulama, mubaligh," pungkas Ngabalin. "Mulut-mulut sampah itu."

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga disebut-sebut memiliki peran dalam pencabutan aturan kontroversial itu. Menurut Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, Ma;ruf merupakan salah satu pengusul pencabutan lampiran Perpres tersebut.

Masduki menjelaskan bahwa Ma'ruf awalnya tidak tahu soal lampiran terkait investasi miras tersebut. Karena itulah, setidaknya dalam tiga hari terakhir, Ma'ruf Amin tidak berdiam diri dan berusaha melakukan koordinasi dengan sejumlah ormas Islam.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts