Beberapa negara Eropa yang mengambil langkah setop menggunakan vaksin AstraZeneca karena diduga terkait efek samping ini adalah Denmark, Norwegia, dan Islandia.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 12 Maret 2021 - 19:58 WIB
WowKeren - Beberapa negara Eropa menangguhkan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca karena diduga terkait dengan kasus penyumbatan pembuluh darah. Beberapa negara yang mengambil langkah setop menggunakan AstraZeneca karena diduga terkait efek samping ini adalah Denmark, Norwegia, dan Islandia.
Padahal, Indonesia baru saja menerima 1,1 juta dosis vaksin jadi AstraZeneca pada Senin (8/3) lalu. Kementerian Kesehatan lantas menanggapi penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca di Eropa.
"Hari selasa Badan POM telah mengumumkan izin penggunaan darurat dari AstraZeneca ini," ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tirmidzi M. Epid, dalam tayangan di kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (12/3). "Kita tahu bahwa Badan POM ini adalah sebuah badan regulator yang tentunya sudah mengkaji berbagai aspek penggunaan, keamanan dari vaksin, termasuk yang akan kita gunakan yaitu vaksin AstraZeneca."
Lebih lanjut, Nadia menyebutkan bahwa sampai saat ini BPOM masih belum memberikan perubahan atas penggunaan darurat dari vaksin AstraZeneca. Oleh sebab itu, vaksin AstraZeneca tetap akan digunakan untuk masyarakat Indonesia di program vaksinasi tahap II.
"Nanti kalau memang ada perubahan dari peruntukkan, atau yang kita sebut sebagai indikasi vaksin, tentunya ini yang akan kita rubah dalam pelaksanaannya," jelas Nadia. "Kita ingin menyampaikan bahwa kalau sudah ada izin penggunaan darurat ini artinya aspek safety atau aspek penggunaan keamanan vaksin ini sudah dikaji dan juga sudah mendapatkan masukan, baik itu ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) juga para ahli dokter spesialis yang memang berkecimpung di bidang tersebut."
Sebelumnya, BPOM RI telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin AstraZeneca pada Selasa (9/3). BPOM juga mengungkapkan jika vaksin buatan farmasi Inggris itu memiliki tingkat efikasi (kemanjuran) sebesar 62,1 persen.
"BPOM telah melakukan evaluasi vaksin AstraZeneca bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait. Hasil evaluasi keamanan secara keseluruhan pemberian dosis 4-12 minggu terkategori aman," terang Kepala BPOM Penny Lukito dalam jumpa pers pada Selasa (9/3). "Efek samping masih normal, mayoritas reaksi lokal dan seismik."
(wk/Bert)