Bahaya untuk Kesehatan, Kenali Makanan Berformalin Lewat 7 Cara Sederhana Ini
pixabay.com/Ilustrasi
Kuliner

Selain gangguan pencernaan, makanan berformalin tinggi bisa menyebabkan alergi dan gangguan pernapasan. Berikut cara membedakan makanan berformalin dan yang tidak.

WowKeren - Membeli bahan makanan memang harus jeli, bahkan untuk bahan mentah sekalipun. Sebab, masih ada saja oknum pedagang yang demi meraup keuntungan dan menarik konsumen, nekat menggunakan bahan kimia berbahaya pada bahan makanan yang mereka jual, termasuk penggunaan formalin.

Formalin pada dasarnya tidak ditujukan untuk penggunaan pada makanan namun untuk mengawetkan jenazah. Formalin merupakan larutan yang mengandung 37 persen formaldehida. Pada dasarnya formaldehida banyak ditemukan secara alami pada makanan. Kandungan ini memang tidak berbahaya, namun jika dikonsumsi dalam jumlah besar bisa membahayakan tubuh.

Selain gangguan pencernaan, makanan berformalin tinggi juga bisa menyebabkan alergi dan gangguan pernapasan. Untuk memastikan bahan yang kamu beli tidak mengandung formalin, berikut beberapa cara untuk mengetahuinya pada makanan tertentu.

(wk/zodi)

1. Waspadai Bakso yang Terlalu Kenyal


Waspadai Bakso yang Terlalu Kenyal
pixabay.com

Makanan sejuta umat ini hampir bisa dijumpai di tempat mana pun di Indonesia. Apakah kamu juga salah satu penggemar makanan ini? Jika iya, kamu perlu waspada jika bakso yang kamu makan terlalu kenyal. Sebab, bisa jadi bakso tersebut mengandung formalin.

Selain sangat kenyal, ciri lain yang menandakan bakso tersebut tidak lagi "alami" adalah jika memiliki bau menyengat. Kamu juga bisa mengidentifikasi bakso berformalin lewat warnanya. Biasanya, bakso tanpa formalin berwarna abu-abu sedangkan yang berformalin berwarna lebih putih. Tapi, jangan salah membedakannya dengan bakso ikan yang pada umumnya memang berwarna putih, ya.

2. Tekstur Tahu yang Terlalu Keras


Tekstur Tahu yang Terlalu Keras
pexels.com/Polina Tankilevitch

Selain bakso, makanan lain yang juga tak jarang menjadi sasaran para pedagang nakal untuk mengelabuhi konsumen adalah tahu. Karena sumber protein rendah lemak ini banyak dikonsumsi, tak sedikit pedagang yang menambahkan formalin ke dalam tahu. Tujuannya tentu saja agar tahu lebih awet.

Pada umumnya tahu memiliki tekstur yang empuk dan tidak bertahan lama. Oleh sebab itu, kamu perlu curiga jika tahu yang kamu beli sangat kenyal dan memiliki bau menyengat. Tahu berformalin juga biasanya akan lebih tahan lama dan tidak berlendir meskipun sudah berusia tiga hari.

3. Warna Insang Pada Ikan Tidak Merah Segar


Warna Insang Pada Ikan Tidak Merah Segar
pixabay.com

Saat membeli ikan segar, pastikan kamu memilih yang benar-benar tidak mengandung formalin. Cara membedakannya cukup mudah. Pada umumnya, ikan akan menimbulkan bau amis apa lagi jika masih segar baru saja ditangkap dari laut atau tambak. Ikan segar juga biasanya memiliki warna insang yang lebih merah dan cerah serta tertutup lendir.

Sedangkan ikan yang sudah diberi formalin biasanya bau amisnya cenderung lebih samar bahkan hampir tidak tercium. Selain itu, ikan berformalin juga biasanya lebih keras ketika disentuh dan hampir tidak ada lalat yang mengerubunginya.

4. Ikan Asin yang Tahan Lebih dari Satu Bulan


Ikan Asin yang Tahan Lebih dari Satu Bulan
pixabay.com

Selain ikan segar, membeli ikan asin juga harus jeli. Makanan murah meriah nan lezat ini banyak digemari masyarakat Indonesia. Namun sayangnya, ada saja penjual nakal yang mencampurkan formalin ke ikan asin untuk membuatnya lebih awet. Pada umumnya, ikan asin alami hanya mampu bertahan selama 1 bulan.

Jika kamu menemukan ikan asin bisa bertahan lebih dari rentang waktu itu, kamu perlu waspada. Apalagi jika bentuknya tetap tidak berubah. Sebab meski sudah dijadikan ikan asin, tetap saja ikan memiliki tekstur yang mudah hancur. Selain itu, bau formalin akan menyebabkan aroma khas ikan asin menjadi hilang.

5. Ayam Potong yang Tidak Mudah Busuk


Ayam Potong yang Tidak Mudah Busuk
pixabay.com

Selain ayam tiren, ayam berformalin juga perlu diwaspadai. Pedagang nakal akan memberikan formalin agar ayam mereka lebih awet. Umumnya, ayam akan membusuk dalam waktu 2 hari pada suhu ruang. Jika kamu menemukan ayammu masih tetap segar lebih dari tiga hari walau tidak dimasukkan ke lemari es, kamu perlu waspada.

Terkait ciri-ciri fisiknya, ayam berformalin biasanya berwarna lebih putih pucat. Sedangkan ayam segar dagingnya terlihat putih kemerahan. Tekstur ayam berformalin juga sangat kencang dan kaku ketika disentuh. Dan yang paling mencolok, adalah bau khas formalin yang seperti obat.

6. Cumi yang Warnanya Tidak Biasa


Cumi yang Warnanya Tidak Biasa
pixabay.com

Selain ikan, makanan laut lain yang juga banyak dikonsumsi adalah cumi. Dagingnya yang kenyal dan lezat serta kaya manfaat membuat harga bahan makanan yang satu ini lebih mahal. Untuk memastikan cumi-cumi yang kamu beli adalah cumi segar bukan hasil pengawetan bahan kimia, maka ketahuilah dari warna kulit.

Kulit cumi berformalin biasanya berwarna ungu tua dan bagian kulitnya sudah robek. Sedangkan cumi segar warnanya putih bening. Selain itu, cumi berformalin juga biasanya tidak mengeluarkan banyak tinta saat dicuci.

7. Mi Basah yang Berbau Menyengat


Mi Basah yang Berbau Menyengat
pixabay.com

Tak hanya bakso dan ikan-ikanan, mi basah juga tak luput dari risiko formalin. Mi basah yang mengandung formalin biasanya terlihat lebih mengkilap dan tidak mudah hancur. Selain itu, ciri lainnya adalah mi tidak begitu lengket dan warnanya lebih cerah. Saat direbus, mi basah berformalin juga akan mengeluarkan bau menyengat seperti obat.

Jika memang tidak memungkinkan untuk tidak membeli makanan yang dikeringkan atau diawetkan, maka untuk memastikan kualitasnya sebaiknya kamu merendamnya dulu dengan air bersih. Kabar baiknya, suhu panas saat memasak dapat membantu menghilangkan formaldehida dalam makanan. Suhu yang disarankan adalah minimal 75 derajat Celcius.

Selain tips membedakan makanan berformalin dengan yang alami, intip juga trik menyimpan frozen food agar tetap awet di sini. Simak juga cara menyimpan keju agar tidak mudah berjamur di artikel ini, ya.

You can share this post!

Related Posts