Prioritaskan Penanggulangan Bencana Di NTT, Menkes Tunda Vaksinasi COVID-19
setkab.go.id
Nasional
Fenomena Banjir 2021

Menteri Kesehatan menyatakan proses vaksinasi COVID-19 di NTT untuk sementara waktu dihentikan. Hal ini dikarenakan Menkes ingin fokus untuk penanggulangan korban banjir bandang.

WowKeren - Bencana alam banjir bandang yang menerjang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4) dini hari, menyebabkan kerusakan di mana-mana serta banyak menjatuhkan korban. Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengerahkan bantuan untuk membantu para korban.

Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan mengatakan bahwa saat ini tim kesehatan sedang fokus menangani para korban, baik yang meninggal maupun luka-luka. Budi menerangkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di NTT untuk sementara ditunda. Hal ini dikarenakan tim kesehatan memprioritaskan penanganan korban banjir bandang.

"Prioritas kita sekarang adalah penanggulangan bencana dulu, jadi otomatis vaksinasinya kita tunda," terang Budi dalam Forum Indonesia Bangkit, Selasa (6/4). "Kita fokus pada penanggulangan bencana supaya segera rekan-rekan kita yang terdampak baik itu wafat atau luka itu bisa segera ditangani."

Budi menyebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendirikan sepuluh posko kesehatan serta mengirim dokter dan perawat muda, khususnya dokter spesialis bedah ortopedi dan anestesi. Alasan Kemenkes mendatangkan dokter spesialis dikarenakan banyaknya korban yang mengalami patah tulang, sehingga butuh untuk dioperasi atau dibius.


"Kita sudah bikin sekitar sepuluh pos kesehatan, tim kesehatan juga sudah datang ke sana, banyaknya ortopedi dan anestesi, karena banyak yang patah tulang dan perlu dioperasi atau dibius," imbuhnya.

Penyebab terjadinya banjir bandang di Flores Timur diketahui dikarenakan dampak dari siklon tropis Seroja. Siklon tropis Seroja tak hanya menerjang Flores Timur melainkan juga menyerang daerah lain seperti Kota Kupang, Kabupaten Malaka tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, serta Ende.

Hingga Selasa (6/4), diketahui jumlah korban meninggal ada 84 orang. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya yang mencapai 128 orang. Berkurangnya jumlah korban karena adanya verifikasi ulang yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerangkan akan ada fenomena alam lainnya yang membayangi Indonesia seperti gelombang tinggi menyerupai tsunami akibat siklon tropis Seroja.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts