'Tsunami' COVID-19 India Bikin Kasus Kematian Meroket, Kremasi Berlangsung Sepanjang Hari
PTI
Dunia
Pandemi Virus Corona

Di tengah meroketnya angka kasus positif COVID-19 di India, tingkat kematiannya juga ikut meningkat sampai ribuan korban jiwa setiap hari. Alhasil laju kremasi jenazah pun ikut meningkat.

WowKeren - India dihadapkan dengan krisis kesehatan besar menyusul ratusan ribu kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi setiap hari di India. Bahkan Minggu (18/4) kemarin memecahkan rekor dengan konfirmasi kasus positif sampai 275 ribu lebih dalam kurun waktu 24 jam.

Kenaikan kasus positif tentu diimbangi dengan meroketnya jumlah pasien meninggal. Hingga Senin (19/4) tercatat ada 180.550 total kumulatif kasus meninggal COVID-19, dengan 1.757 dikonfirmasi dalam sehari.

Ribuan kematian dalam sehari itu menyebabkan India tak lepas dari aktivitas kremasi jenazah. Bahkan di bagian barat Gujarat, India, proses kremasi hampir tak pernah berhenti selama pandemi COVID-19 dan menyebabkan komponen logamnya mulai meleleh.

Bukan cuma itu, petugas kremasi setempat menyebut proses kremasi dilakukan hampir dilakukan 24 jam dalam sehari. "Kami bekerja sepanjang waktu, dengan 100 persen kapasitas, untuk mengkremasi para jenazah," tutur Presiden Tempat Kremasi di Surat, Kamlesh Sailor, kepada Reuters.


Krematorium Umra misalnya, mengaku sudah mengkremasi hingga lebih dari 100 jenazah dengan protokol COVID-19 sepanjang sepekan belakangan. Atau Krematorium Ashwinikumar yang merupakan terbesar ketiga di Kota Surat, Gujarat, juga mencatatkan lonjakan jumlah jenazah yang harus dikremasi.

"Saya sudah bekerja di krematorium sejak 1987, dan terlibat dalam pekerjaan harian sejak 2005. Tetapi saya tidak pernah melihat jenazah untuk dikremasi sebanyak ini," kata Prashant Kabrawala, yang membandingkan kondisi saat ini dengan wabah bubonic plague pada 1994 atau banjir pada 2006.

Krematorium di Kota Lucknow, Uttar Pradesh, juga dihadapkan dengan hal serupa. Kepala krematorium, Azad, mengaku bahwa kremasi dengan protokol COVID-19 meningkat 5 kali lipat beberapa pekan belakangan.

"Kami bekerja siang dan malam. Pembakaran terus penuh tetapi masih banyak orang menunggu untuk jenazah kerabatnya dikremasi," terang Azad, dilansir pada Selasa (20/4).

Puluhan hingga ratusan jenazah didaftarkan untuk dikremasi di pusat-pusat krematorium itu setiap pekannya. Namun yang lantas menjadi sorotan, angka pasti kematian COVID-19 di India sebenarnya tidak bisa dipastikan, terutama untuk daerah-daerah kumuh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts