Ayah Korban Penembakan KKB Papua Sebut Kejahatannya Seperti Teroris
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Kejahatan KKB Papua kembali terkuak, kali ini yang menjadi korbannya adalah seorang siswa SMA. Ayah korban yang tak terima dengan kematian anaknya mengecam perbuatan KKB Papua seperti teroris.

WowKeren - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin meresahkan dan bertindak semena-mena. Baru-baru ini KKB diketahui telah menembak seorang siswa SMA Negeri Papua pada Kamis (15/4) pukul 07.00 WIT.

KKB melakukan penembakan di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Korban diketahui bernama Ali Mom. Tak terima dengan penembakan kepada anaknya, ayah Ali mengecam perbuatan KKB Papua seperti teroris karena tidak berperikemanusiaan sehingga harus diproses secara hukum dan adat.

"Berarti sekarang saya anggap KKB teroris," ujar Elminus Mom selaku ayah korban kepada Antara, Kamis (22/4). "Karena bukan perjuangannya, mereka bunuh guru-guru, ibu-ibu, ya bakar gedung sekolah, ini perjuangan sudah tidak suci, tidak murni, ini teroris."

Elminus mengatakan bahwa alasan KKB Papua menembak anaknya adalah karena diduga sebagai intel yang layak dibunuh. Maka dari itu, ia meminta KKB untuk datang ke rumahnya memberikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa anaknya adalah seorang intel. Tetapi selama dua hari ditunggu, tidak ada satu pun anggota dari KKB yang hadir ke rumahnya untuk menjelaskan dasar atau bukti atas dugaan tersebut.


"Saya sudah dua hari saya tunggu informasi atau jawaban juga belum ada, saya kecewa dan menyesal karena anak saya menjadi korban penembakan dan pembacokan KKB tanpa alasan," terang Elminus. "Maka saya minta kepada KKB dengan segera memberikan bukti foto atau video maupun laporan tertulis di mana ada anak saya jalan bersama keamanan, serahkan kepada keluarga korban."

Sebagai orangtua yang sedih dan marah atas tindakan KKB, Elminus sangat menentang perbuatan mereka karena sudah melakukan kejahatan kemanusiaan yakni pembunuhan keji yang membabi buta. "Saya tidak terima perlakuan kejahatan kemanusiaan dilakukan KKB terhadap anak saya," pungkas Elminus.

Seperti keterangan dari Elminus, sebelumnya KKB Papua telah menembak seorang guru hingga membakar gedung sekolah. Hingga saat ini, polisi masih terus memburu pelaku yang tergabung dalam KKB Papua.

Sebelumnya, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Al Qudusy mengatakan bahwa hingga saat ini, situasi keamanan di Beoga, Kabupaten Puncak telah berangsur kondusif karena warga mulai beraktivitas. "Aparat keamanan gabungan TNI-Polri hadir di tengah masyarakat dalam rangka memberikan kenyamanan dan untuk melindungi warga supaya bisa beraktivitas dengan normal," jelas Iqbal.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait