India Kacau, Pasien COVID-19 Meninggal di Troli Luar RS Sebelum Dapat Perawatan
REUTERS/Danish Siddiqui
Dunia

Satu dari sekian banyak korban gelombang kedua COVID-19, Shayam Narayan, dilaporkan meninggal hanya beberapa menit setelah diangkat dari becak ke troli rumah sakit di New Delhi.

WowKeren - Perkembangan kasus infeksi COVID-19 di India kian mengkhawatirkan. Lonjakan kasus yang kian tinggi tak dibarengi dengan kesiapan ruang perawatan yang memadai.

Seorang pasien, Shayam Narayan, dilaporkan meninggal hanya beberapa menit setelah diangkat dari becak ke troli rumah sakit di New Delhi. Ia adalah salah satu dari sekian banyak korban dari gelombang kedua virus corona.

Saudara laki-lakinya pertama kali membawanya ke rumah sakit pada pukul 6 pagi pada hari Jumat. Tetapi mereka mengatakan staf menganggapnya cukup sehat untuk kembali ke rumah. Sepuluh jam kemudian, kondisinya semakin memburuk, mereka kembali. Tapi sudah terlambat untuk menyelamatkannya.

"Sistemnya rusak," kata Raj, adik laki-lakinya. Narayan meninggal tanpa dirawat di rumah sakit atau dibawa ke kamar mayat. Ini berarti, kematiannya tidak dihitung secara resmi dalam meningkatnya jumlah korban di kota itu.


Sejumlah rumah sakit mengalami krisis pasokan oksigen dan kurangnya ruang, termasuk Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, di timur laut Delhi. Beberapa pasien pun harus meregang nyawa di atas troli di luar rumah sakit, seperti Narayan.

"Karena peningkatan eksponensial kasus COVID-19 di Delhi, semua rumah sakit kelebihan beban," kata juru bicara pemerintah Delhi. Meski demikian, pemerintah disebut telah berupaya sebaik mungkin.

Kendati tempat tidur perawatan intensif COVID-19 penuh namun hal itu tak menghentikan pasien yang terus datang terengah-engah setiap beberapa menit dengan ambulans dan autorickshaw. Beberapa harus menunggu berjam-jam di troli untuk bisa masuk. Sedangkan yang lainnya, harus bernasib sama seperti Narayan: meninggal sebelum mendapat perawatan.

Rekaman dari dalam bangsal yang dilihat oleh Reuters menunjukkan beberapa pasien duduk berdua di satu tempat tidur dan lantai yang hampir tidak cukup untuk seseorang bisa berdiri. "Mereka seperti ternak di sana," kata seorang pria setelah keluar.

Kematian yang melonjak juga menyebabkan Delhi harus melakukan kremasi massal. Warga New Delhi beralih ke fasilitas darurat yang melakukan penguburan massal dan kremasi seiring dengan krematorium yang kian terbebani.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait