Kemenkes Ungkap Kendala Vaksinasi Corona, Salah Satunya Lansia Enggan Disuntik
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkap dua kendala utama yang membuat angka vaksinasi COVID-19 menurun. Seperti apa penjelasan lengkapnya?

WowKeren - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kendala yang menjadi alasan turunnya angka vaksinasi COVID-19 harian. Menurut Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, hal itu disebabkan karena masih banyak warga lanjut usia (lansia) yang enggan datang ke fasilitas kesehatan untuk menjalani vaksinasi Corona.

Padahal, fokus vaksinasi saat ini menyasar pada kelompok lansia dan tenaga pendidik. Selain itu, Nadia menyebut terbatasnya jumlah vaksin COVID-19 turut menjadi penyebab rendahnya angka vaksinasi tahap kedua.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes berusaha mempercepat vaksinasi lansia dengan sejumlah cara. Seperti memvaksinasi satu anak muda jika membawa dua lansia, meminta RT/RW untuk mengadakan vaksinasi masal hingga menyediakan sentra vaksinasi di sejumlah kota besar dengan bantuan pihak swasta.

"Turun karena jumlah vaksin yang terbatas dan juga lansia yang masih belum banyak yang mau untuk datang ke tempat vaksinasi," kata Nadia kepada CNNIndonesia, Kamis (6/5). "Ada beberapa daerah lansia tidak datang. Tapi makanya kita suruh RT/RW jemput bola," jelas Nadia.


Sementara itu, capaian vaksinasi COVID-19 menunjukkan grafik fluktuatif dalam sepekan terakhir. Menurut data Kemenkes, capaian vaksinasi bahkan sempat berada di bawah angka 100 ribu hingga dua kali. Jumlah tersebut jauh di bawah target Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yakni 500 dosis vaksin per hari.

Penurunan tersebut dimulai pada 29 April dengan capaian vaksinasi dalam sehari sebesar 328.726 dosis dan turun menjadi 178.339 dosis pada 30 April. Kemudian 1 Mei turun drastis menjadi 67.112 dosis dan merosot lagi keesokan harinya di angka 36.867.

Sejak 3 Mei, capaiannya berangsur naik dengan catatan yang cukup signifikan. Yakni 250.002 dosis pada 3 Mei, 279.286 dosis pada 4 Mei dan data terbaru pada 5 Mei berada di angka 316.148.

Sementara itu, pemerintah akan segera menggelar program vaksinasi Gotong Royong dengan mempersiapkan 982.400 dosis vaksin Sinopharm. Program ini melibatkan pengusaha dan pihak swasta untuk menyediakan vaksin gratis bagi para pekerjanya.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait