DPR RI Gelar Rapat Bersama Panglima TNI Dan KASAL Bahas KRI Nanggala-402
Twitter/DPR_RI
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

Kapal selam milik TNI AL KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan utara Bali hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan dan evakuasi. DPR RI menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI dan KASAL.

WowKeren - Peristiwa tenggelamnya kapal selam milik TNI AL KRI Nanggala-402 sampai saat ini masih menjadi perbincangan publik. Pihak terkait masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait terjadinya peristiwa tersebut.

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja bersama Panglima TNI dan KASAL pada Kamis (6/5) hari ini. Rapat tersebut akan membahas kasus tenggelamnya KRI Nanggala-402, termasuk kronologinya dari hilang kontak sampai akhirnya dinyatakan tenggelam.

Adhityo Rizaldi selaku anggota Komisi I DPR menyampaikan agenda lainnya dalam rapat tersebut adalah membahas kondisi terkini alutsista TNI AL dan rencana modernisasi alutsista TNI AL, khususnya kapal selam. "Soal tingkat kesiapan kapal selamnya, juga renstra AL sampai 2024 termasuk rencana pembelian kapal selam," ujar Rizal saat dikonfirmasi, Kamis (6/5).

Rapat kerja sama tersebut khusus diagendakan hanya bersama Panglima TNI AL dan KASAL. Akan tetapi rapat selanjutnya juga akan mengundang Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dengan agenda yang sama.


Sebelumnya, TNI AL menyuarakan ketegasannya untuk mengangkat KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali. Akan tetapi, evakuasi kapal tersebut cukup susah dilakukan karena berada pada kedalaman 838 meter.

Oleh sebab itu, dilaporkan 2 kapal Tiongkok siap membantu Indonesia untuk mengangkat KRI Nanggala-402. Berdasarkan informasi yang didapat, kapal bantuan Tiongkok tersebut telah bergabung dengan kapal SKK Migas di lokasi dan akan ikut dalam proses evakuasi.

Di sisi lain, TNI AL memastikan bahwa torpedo KRI Nanggala-402 tidak akan membahayakan proses evakuasi. Hal itu dikarenakan TNI AL akan melakukan perhitungan cermat sebelum mengangkat kapal selam ke permukaan.

Untuk mencegah torpedo tidak meledak, pihak TNI AL akan melakukannya dengan hati-hati dan tidak gegabah. Pihaknya mengatakan torpedo akan meledak jika terkena benturan. Sebaliknya, selama tidak terjadi benturan yang mengenai torpedo, maka tidak akan meledak.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts