Geger Penumpang Positif COVID-19 Berhasil Lolos di Bandara Semarang, Ada Indikasi Orang Dalam?
Wikimedia Commons/Davidelit
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang penumpang positif COVID-19 berhasil lolos dan terbang dari Bandara Ahmad Yani ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Peristiwa ini sontak menjadi sorotan.

WowKeren - Pemerintah memperketat aturan perjalanan, baik di dalam dan luar negeri, di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang belakangan memburuk secara global. Namun siapa menyangka, seorang penumpang dengan status positif COVID-19 bisa lolos terbang dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto, menegaskan bahwa kasus ini adalah yang pertama kali terjadi. Sebab Bandara Ahmad Yani biasa menyediakan pengawalan agar para calon penumpang positif COVID-19 mendapat penanganan isolasi.

"Ini kejadian pertama penumpang bisa lolos," kata Hardi kepada wartawan, Kamis (6/5). "Yang bersangkutan saat masuk ke bandara memang menunjukkan dokumen kesehatan, dan divalidasi oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)."

Hardi pun memastikan KKP sudah mengarahkan yang bersangkutan agar menjalani isolasi mandiri. "Tapi dia ini tidak kembali malah memutar dan masuk ke tempat check in dan tidak terawasi. Padahal KKP sudah menunjuk yang bersangkutan bahwa tidak boleh terbang," tuturnya.


Lantas adakah indikasi orang dalam yang membantu meloloskan oknum penumpang bandel tersebut? Hardi pun menegaskan tidak ada indikasi ke arah sana, meski ia secara tersirat mengakui ada sedikit kelalaian sebab tidak mengawal penumpang positif tersebut.

"Dia keluar lalu masuk lagi dan tidak ada petugas," jelas Hardi. "Memang nakal anaknya mungkin karena hari raya makanya memaksakan untuk pulang."

Memang yang bersangkutan adalah MY, seorang mahasiswa asal Pangkalan Bun yang berkuliah di salah satu universitas di Semarang. Dan untuk mengantisipasi agar insiden serupa tidak terjadi di masa depan, Hardi mengaku pihaknya siap mengevaluasi dan memperketat peraturan bagi pelaku perjalanan di tengah pandemi.

"Pemberian stempel tambahan oleh petugas KKP sebagai tanda hasil tes positif," terangnya. "Untuk memudahkan identifikasi oleh petugas check in dan pada saat boarding."

"KKP juga akan menahan calon penumpang yang memiliki hasil tes positif untuk selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak pengelola bandara dan maskapai untuk melakukan block data calon penumpang pada sistem," imbuh Hardi. "Sehingga calon penumpang tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts