Kasus COVID-19 RI Kembali Naik Jelang Lebaran, Satu Provinsi Bisa Sumbang Dua Ribu Lebih
Unsplash/Refhad
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia bertahan melaporkan 4-5 ribuan kasus COVID-19 baru setiap hari selama beberapa waktu belakangan. Namun sudah 2 hari ini jumlah kasus baru yang dilaporkan kembali meningkat.

WowKeren - Indonesia menerapkan pembatasan mobilitas yang ketat menjelang Hari Raya Idul Fitri yang jatuh bersamaan dengan Kenaikan Isa Almasih. Kebijakan ini ditempuh demi mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Namun menjelang Lebaran, jumlah kasus positif COVID-19 malah mengalami lonjakan. Bahkan Sabtu (8/5) hari ini, Jawa Barat saja mengonfirmasi hingga dua ribu lebih kasus positif COVID-19 atau sepertiga pasien baru yang dilaporkan.

Melansir infografis yang diunggah di media sosial Badan Nasional Penanggulangan Bencana, terdapat 6.130 kasus baru hari ini dengan total kumulatif sejak Maret 2020 adalah 1.709.762. Capaian ini sekaligus menjadi hari kedua dengan 6 ribu lebih kasus setelah Indonesia bertahan melaporkan kasus baru di kisaran 4-5 ribuan.

Bukan cuma kasus positifnya, kasus aktif COVID-19 di Tanah Air juga harus diwaspadai. Terdapat tambahan 457 kasus aktif sehingga totalnya mencapai 99.003.


Kasus COVID-19 RI Kembali Naik Jelang Lebaran, Satu Provinsi Bisa Sumbang Dua Ribu Lebih

Twitter/BNPB_Indonesia

Selama beberapa waktu belakangan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memang terus meminta masyarakat untuk berhati-hati atas kasus aktif. Sebab semakin banyak kasus aktif yang dilaporkan, dikhawatirkan sistem kesehatan juga bisa kolaps.

Sebelumnya, Satgas menyebutkan 5 provinsi yang harus mewaspadai kenaikan kasus aktifnya. Kenaikan tingkat kasus aktif yang cukup drastis terjadi karena kepatuhan masyarakat terutama untuk menjaga jarak menurun.

Sementara itu terdapat 5.494 kasus sembuh yang dilaporkan hari ini. Sementara yang meninggal dunia juga masih bertambah cukup banyak, yakni mencapai 179.

Karena itulah, kembali pemerintah mengimbau masyarakat untuk patuh dengan tidak melakukan perjalanan pulang kampung. Namun larangan yang diikuti dengan operasi cegatan sampai dipaksa putar balik tak menyurutkan niat sejumlah pemudik, yang sampai nekat berjalan kaki ke kampung halaman, menumpang di truk sayur, naik ambulans, hingga duduk di bak pikap yang ditutup terpal.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts