Israel-Palestina Masih Panas, Salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa Tetap Berlangsung Khidmat
Unsplash/Levi Meir Clancy
Dunia
Idul Fitri 2021

Sebelumnya militer Israel sempat menyerang Masjid Al Aqsa kala warga Palestina tengah beribadah. Namun saat salat Idul Fitri hari ini, warga Palestina bisa mengadakannya dengan tenang.

WowKeren - Hubungan Israel dan Palestina kembali memanas beberapa waktu belakangan, bahkan sampai berujung aksi saling menembakkan roket misil. Israel diketahui berusaha menduduki kawasan Yerusalem Timur, Palestina, bahkan tak ragu melancarkan serangan ketika warga setempat beribadah di Masjid Al Aqsa.

Tak pelak warga Palestina harus selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beribadah. Namun beruntung, saat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah hari ini, mereka bisa menunaikannya dengan tenang dan khidmat.

Hal ini tampak dari potret yang diunggah di akun Twitter @aljarmaqnet. Tampak sekumpulan masyarakat Palestina yang menggelar salat Idul Fitri dengan tenang di Masjid Al Aqsa, ditemani dengan cerahnya langit yang menghangatkan hati siapapun yang melihatnya.

"Anak-anak, wanita, lansia dan remaja melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa yang diberkati," cuit akun Twitter tersebut, Kamis (13/5). Tak lupa mereka pun mendoakan agar masyarakat Palestina bisa segera terbebas dari serangkaian konflik yang menghantui.


Israel-Palestina Masih Panas, Salat Idul Fitri di Masjid Al Aqsa Tetap Berlangsung Khidmat

Twitter/aljarmaqnet

Eskalasi antara kedua negara memang kembali meningkat selama beberapa hari belakangan. Data terakhir dari Al Jazeera menuturkan, terdapat 69 warga tewas dalam serangan yang diarahkan ke Jalur Gaza baru-baru ini, dengan 17 di antaranya adalah anak-anak.

Konflik yang terjadi jelas menjadi sorotan dunia, termasuk dari Presiden Joko Widodo sampai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga diketahui telah menggelar pertemuan darurat untuk menanggapi konflik yang terjadi.

Hasil pertemuan darurat berupa dekrit itu pun telah ada. "Anggota dewan menuntut penghentian segera semua tindakan kekerasan, provokasi, penghasutan dan perusakan. Mereka menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional dan perlindungan warga sipil," tutur Dewan Keamanan PBB, dikutip dari Anadolu Agency.

Namun pernyataan ini malah diblok oleh Amerika Serikat. Washington berpendapat pernyataan Dewan Keamanan PBB tidak akan mengurangi eskalasi konflik yang terjadi di kedua negara. Washington juga menolak menanggapi masalah tersebut melalui wawancara media.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts