Sudah Dilarang, Menhub Ungkap 1,5 Juta Warga Tetap Nekat Mudik Lebaran 2021
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Menhub Budi Karya Sumadi tetap mengklaim larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021 berjalan efektif meski sekitar 1,5 juta warga dilaporkan nekat menerobos penyekatan.

WowKeren - Pemerintah menerapkan larangan ketat mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Selama rentang waktu itu, otoritas berwenang sampai menerapkan sanksi putar balik untuk para pemudik nekat.

Namun nyatanya ada sekitar 1,5 juta orang yang nekat menerobos penyekatan selama masa larangan mudik Lebaran. Kendati demikian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap angka ini sudah jauh lebih berkurang dibandingkan jika tak diterapkan larangan mudik Lebaran.

Menurut Budi Karya, sekitar 33 persen warga akan pulang kampung saat Lebaran jika tak ada larangan ketat. Sedangkan setelah diumumkan larangan mudik, sekitar 11 persen masyarakat masih berniat untuk kembali ke kampung halaman.

"Saat kampanye sudah dilakukan turun jadi 7 persen atau sekitar 18 juta orang. Setelah itu kami lakukan aksi-aksi yang dilakukan, termasuk Polri turun lagi, menurut catatan kami kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit," papar Budi Karya dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (15/5).


Namun meski ada sekitar 1,5 juta pemudik yang nekat menerobos penyekatan, Budi Karya mengklaim kebijakan pemerintah sudah cukup efektif. Hal ini tampak dari penurunan jumlah penumpang di bandara, pelabuhan, hingga stasiun-stasiun di kereta api.

"Jadi, apa yang kami lakukan cukup efektif," terang Budi Karya. "Dan ini ditandai bahwa sektor udara, sektor laut, dan kereta api turun sampai 10 persen."

Saat ini pemerintah sendiri sedang mengantisipasi kepadatan saat arus balik yang diprediksi mulai Minggu (16/5) besok hingga Kamis (20/5). Karena itulah Budi Karya mengimbau masyarakat untuk tidak pergi-pergi selama rentang waktu itu, juga sebisa mungkin menghindari kerumunan.

Di sisi lain Polri juga dilaporkan memperpanjang periode penerapan sanksi putar balik untuk para pemudik nekat. Bila seharusnya penerapan sanksi berakhir Senin (17/5) besok, maka akan diperpanjang sampai 24 Mei 2021 mendatang.

Dituturkan Kepala Bagian Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan, total ada 381 posko penyekatan mudik Lebaran yang akan tetap berlaku selama operasi KRYD berlangsung. Mekanisme penerapan sanksi putar baliknya pun masih sama seperti tanggal 6-17 Mei 2021.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts