Hampir 450 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca Setop Diedarkan di RI, Imbas Dugaan KIPI Pembekuan Darah?
Pixabay/Paul McManus
Nasional
Vaksin COVID-19

Kemenkes menarik peredaran vaksin AstraZeneca dari batch CTMAV547 yang berjumlah sekitar 448.480 dosis. Sebelumnya vaksin ini sudah diedarkan untuk TNI.

WowKeren - Kementerian Kesehatan mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan sementara distribusi vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca. Lebih tepatnya adalah vaksin dari batch CTMAV547 yang berjumlah sekitar 448.480 dosis.

Sebagai informasi, ratusan ribu dosis vaksin ini masuk dalam 3.853.000 dosis yang diterima Indonesia dari COVAX Facility pada 26 April 2021 lalu. Lantas apakah penghentian peredaran vaksin ini terkait dengan dugaan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berupa pembekuan darah yang menewaskan seorang pemuda di DKI Jakarta?

Rupanya Kemenkes menghentikan sementara peredaran vaksin demi melakukan uji toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini semata dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin.

Kendati demikian, Kemenkes memastikan batch lain dari vaksin ini aman sehingga tetap dilanjutkan distribusi dan pemakaiannya. Hanya batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sembari menunggu hasil investigasi yang kemungkinan memerlukan waktu 1-2 pekan.


"Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoaks yang beredar," tutur Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dalam siaran persnya, Minggu (16/5).

Siti Nadia pun mengimbau masyarakat untuk terus memilah agar menerima informasi yang beredar soal vaksinasi COVID-19. "Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya," imbau Siti Nadia.

Batch yang berhenti diedarkan ini, menurut Kemenkes, sebelumnya telah diedarkan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta serta Sulawesi Utara. "Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi COVID-19 membawa manfaat lebih besar," sambung Siti Nadia.

Kemenkes sebelumnya juga sudah menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca akan terus diedarkan terlepas dari dugaan adanya KIPI berupa pembekuan darah. Diketahui seorang pemuda dari DKI Jakarta diduga meninggal akibat suntikan vaksin AstraZeneca.

Namun sampai sekarang Komnas KIPI masih melakukan investigasi terkait meninggalnya pemuda tersebut. Dan untuk keperluan investigasi, pihak keluarga almarhum rupanya sedang mempertimbangkan opsi autopsi jenazah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts