Keluarga Pemuda yang Diduga Meninggal Akibat Vaksin AstraZeneca Bersedia Jenazah Diautopsi
Unsplash/Mat Napo
Nasional
Vaksin COVID-19

Seorang pemuda berusia 22 tahun di Jakarta meninggal dunia diduga akibat KIPI pasca disuntik vaksin AstraZeneca. Kini keluarga mengizinkan jika jenazah almarhum diautopsi.

WowKeren - Meninggalnya seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus (22) di Jakarta masih menjadi sorotan. Sebab mendiang diduga meninggal akibat kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) setelah menerima vaksinasi COVID-19 AstraZeneca.

Hingga kini otoritas berwenang belum menyatakan kematian Trio sebagai akibat dari suntikan vaksin AstraZeneca. Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari menyatakan investigasi di Indonesia mungkin akan sulit dilakukan karena terhalang restu autopsi jenazah.

"Di kita kalau kita lakukan autopsi juga bisa ketahuan, tapi mungkin keluarga enggak bersedia," papar Hindra, Senin (10/5). "Jadi karena keadaan di kita, dan itu harus izin, jadi sulit menentukan kematian ini apa karena vaksin AstraZeneca, atau ada penyakit lain."

Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga mendiang Trio rupanya mengizinkan jika jenazah harus diautopsi. Viki, kakak mendiang Trio, menyebut izin belum pasti turun namun sejauh ini keluarga besar sudah mengarah untuk merestui autopsi.

"Saat ini belum ada keputusan mutlak," ujar Viki, Rabu (12/5). "Namun kemungkinan besar, pihak keluarga akan bersedia di autopsi. Karena apapun hasil autopsi itu saya masih teguh dengan pendirian saya."


Menurut Viki, pertemuan untuk membahas kepergian adiknya baru akan dilakukan pada Jumat (14/5) besok. "Yang menghubungi saya dari Dinkes dan yang sedang berkoordinasi dengan Komnas KIPI," tutur Viki, dikutip dari Tribun Jakarta, Kamis (13/5).

Viki pun menjelaskan detik-detik menjelang meninggalnya mendiang Trio. Menurutnya sang adik sempat mengeluhkan demam, pusing, hingga linu di sekujur tubuh setelah tiba di rumah pasca menerima vaksin pada Rabu (5/5) lalu.

Namun kondisinya tak juga membaik, bahkan Trio sampai kesulitan tidur. Ibunya pun menawarkan obat warung untuk mengurangi keluhan yang dialami, namun ditolak oleh almarhum lantaran khawatir itu semata efek samping vaksinasi.

Trio sempat mengajak berobat ke klinik terdekat pada Rabu malam namun akhirnya batal. Kamis (6/5) dini hari, Trio masih melaksanakan sahur dan berbalas pesan dengan rekan kerjanya. Namun menjelang siang, Trio malah mengalami kejang.

Trio lantas dilarikan ke klinik. Sayangnya nyawa Trio akhirnya tidak tertolong pada hari itu dan laporan medis menunjukkan adanya pembekuan darah (blood clot), fenomena yang sempat ditemui terkait KIPI vaksin AstraZeneca.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts