Saat ini vaksin COVID-19 menjadi kebutuhan darurat bagi setiap negara di dunia. Di Indonesia sendiri tengah menjalankan program vaksinasi Gotong Royong yang akan kembali mendatangkan dua jenis vaksin.
- Wahyu
- Kamis, 27 Mei 2021 - 20:50 WIB
WowKeren - Vaksinasi COVID-19 menjadi fokus utama pemerintahan di setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan setiap negara yang terkena pandemi COVID-19 bisa mencapai herd immunity.
Di Indonesia sendiri, memiliki program vaksinasi COVID-19 Gotong Royong yang telah dimulai sejak Selasa (18/5) lalu. Vaksinasi Gotong Royong ini dilaksanakan oleh sejumlah perusahaan yang sebelumnya telah mendaftar ke Kamar Dagang Indonesia (KADIN).
Indonesia akan kembali kedatangan vaksin COVID-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi Gotong Royong. Rencananya akan ada dua jenis vaksin yang digunakan yakni Sinopharm dan CanSino.
GM Corporate Secretary PT Kimia Farma TBK Ganti Winarno mengungkapkan bahwa rencananya kedua vaksin COVID-19 buatan Tiongkok itu akan tiba di Indonesia pada Juni mendatang. Saat ini, pihaknya masih terus berkoordinasi untuk memastikan waktu kedatangannya bisa tepat waktu.
"Baik terkait dengan vaksin CanSino, kita semuanya juga berupaya termasuk juga dari sisi bagaimana supply vaksin Sinopharm itu bisa segera datang," tutur Winarno dalam Dialog Produktif berjudul "Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong", Kamis (27/5). "Kita harapkan sih bulan depan (Juni) sudah ada supply masuk, baik itu dari Sinopharm maupun CanSino."
Winarno menjelaskan kehadiran dua vaksin COVID-19 itu nantinya akan mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Gotong Royong. Ketersediaan stok siap pakai itu juga agar bisa disuntikan langsung ke masyarakat dalam rangka mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity.
Maka dari itu, Winarno berharap seluruh pihak produsen vaksin COVID-19 bisa turut memperhatikan distribusi ke Indonesia. Pasalnya, jumlah penduduk di Indonesia sangat banyak, sehingga harus diberikan vaksin COVID-19 jenis baru itu.
"Jadi, kita terus berusaha, artinya kita berebut secara global," pungkas Winarno. "Mudah-mudahan sih untuk Indonesia senantiasa menjadi perhatian bagi produsen-produsen vaksin. Karena jumlah penduduk Indonesia signifikan, jumlahnya 267 juta yang harus kita ciptakan herd immunity."
(wk/wahy)