Facebook Tak Lagi Hapus Postingan yang Klaim COVID-19 'Buatan Manusia'
Unsplash/Brett Jordan
Tekno
Pandemi Virus Corona

Pada bulan Februari lalu, Facebook menyatakan akan menghapus klaim bahwa manusia menciptakan virus yang menyebabkan COVID-19. Saat itu, klaim 'COVID-19 buatan manusia' disebut telah 'terbantahkan'.

WowKeren - Facebook menyatakan pihaknya tidak akan lagi menghapus unggahan yang mengklaim virus corona (COVID-19) "buatan manusia". Pernyataan tersebut disampaikan Facebook menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang meminta agar asal-usul COVID-19 terus ditelusuri.

Pada bulan Februari lalu, Facebook menyatakan akan menghapus klaim bahwa manusia menciptakan virus yang menyebabkan COVID-19. Saat itu, klaim "COVID-19 buatan manusia" disebut telah "terbantahkan". Namun kebijakan tersebut kini dicabut di tengah ramainya minat para ilmuwan dan politisi untuk terus menelusuri asal-usul virus tersebut.

"Mengingat penyelidikan tentang asal-usul COVID-19 tengah berlangsung dan atas konsultasi dengan pakar kesehatan masyarakat, ami tidak akan lagi menghapus klaim bahwa COVID-19 adalah buatan manusia dari aplikasi kami," tutur salah satu perwakilan Facebook kepada Business Insider, dikutip pada Jumat (28/5). "Kami terus bekerja dengan para ahli kesehatan untuk mengimbangi sifat pandemi yang terus berkembang dan secara teratur memperbarui kebijakan kami saat fakta dan tren baru muncul."

Sebelumnya, Presiden Joe Biden telah meminta agar intelihen AS untuk "melipatgandakan upaya mereka" dalam menemukan jawaban pasti atas asal-usul virus corona pada Rabu (26/5) lalu. Biden memberi waktu 90 hari bagi para penyidik untuk memberikan laporan terkait hal ini.


Sementara itu, The Wall Street Journal pekan ini melaporkan ada tiga ilmuwan di Institut Virologi Wuhan (WIV) yang pergi ke rumah sakit pada November 2019 dengan gejala yang konsisten dengan COVID-19 dan penyakit musiman lainnya. Laporan tersebut mengutip laporan intelijen AS yang dilihat oleh The Wall Street Journal.

Sebagai informasi, kasus COVID-19 pertama kali didokumentasikan terjadi di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019. Teori yang dominan sejauh ini menyebutkan bahwa virus corona ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui inang hewan perantara. Tetapi beberapa pihak masih mempertanyakan apakah virus corona kemungkinan lolos dari WIV dalam kebocoran lab yang tidak disengaja.

Adapun klaim COVID-19 adalah "buatan manusia" atau sengaja diciptakan sebagai senjata biologis memang berbeda dari teori kebocoran laboratorium. Namun klaim tersebut kini akan diperbolehkan beredar di Facebook.

Laporan WHO yang dirilis pada bulan Maret lalu menyatakan bahwa teori kebocoran laboratorium "dianggap sebagai jalur yang sangat tidak mungkin" namun tak dapat dikesampingkan. Kala itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa dia "tidak percaya penilaian itu cukup luas" dan tim di balik laporan itu disebut menghadapi kesulitan dalam mengakses data berharga dari WIV.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts