Kemenkes Israel menemukan sejumlah kasus peradangan otot jantung atau myocarditis yang dialami pria penerima vaksin Pfizer di bawah usia 30 tahun. Begini perkembangan situasinya.
- Elvariza Opita
- Rabu, 02 Juni 2021 - 14:19 WIB
WowKeren - Selain Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm, Indonesia diketahui juga akan menggunakan vaksin COVID-19 dari produsen lain. Salah satunya vaksin Pfizer-BioNTech yang konon siap masuk dalam waktu dekat.
Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkap bahwa vaksin Pfizer dan Novavax siap masuk ke Tanah Air. "Dan nanti di bulan Juni, Juli, ada merek vaksin lain yaitu vaksin Novavax dan Pfizer," tutur Nadia dalam sebuah diskusi virtual, 18 Mei 2021.
Namun menjelang kedatangannya ke Indonesia, sebuah laporan medis dari Israel terkait vaksin Pfizer patut diperhatikan. Pasalnya Kementerian Kesehatan Israel melaporkan dugaan kaitan antara suntikan dosis kedua vaksin dengan sejumlah kasus peradangan otot jantung alias myocarditis.
Tak main-main, Kemenkes Israel menemukan hingga 275 kasus myorcarditis sejak Desember 2020 hingga Mei 2021. Kasus-kasus ini dilaporkan dialami oleh penerima vaksin berjenis kelamin laki-laki dengan usia di bawah 30 tahun.
Sebanyak 148 di antaranya bahkan mengalami efek samping ini tak lama setelah menerima suntikan vaksin. Ada yang melaporkan peradangan jantung setelah menerima suntikan pertama, kendati demikian ada pula yang baru merasakan efeknya pasca menerima dosis kedua.
Kemenkes Israel menyebut, mereka yang melaporkan efek samping myocarditis ini kebanyakan pria berusia di bawah 30 tahun, tepatnya di rentang 16-19 tahun. Kebanyakan kasus bersifat ringan, dengan pasien myocarditis keluar dari rumah sakit dalam kurun waktu 4 hari.
Melansir Times of Israel, sejauh ini sudah ada satu kasus meninggal akibat myocarditis namun belum bisa dipastikan apakah terkait dengan suntikan vaksin Pfizer atau tidak. Sedangkan gejala myocarditis yang diduga terkait vaksin Pfizer ini, menurut otoritas Israel, akan berkurang seiring bertambahnya usia penerima.
Karena itulah, kini otoritas Israel tengah mempertimbangkan untuk hanya memberikan dosis pertama vaksin Pfizer kepada penerima muda. Banyak pakar juga memperkirakan Israel akan menyerahkan sepenuhnya keputusan vaksinasi ini kepada orangtua remaja bersangkutan.
Lantas akankah vaksin Pfizer tetap digunakan di Indonesia? Hingga kini pemerintah Indonesia sendiri belum memberikan keterangan lebih jauh tentang kedatangan, distribusi, maupun pemakaian vaksin Pfizer.
(wk/elva)