Sebagai informasi, Taiwan telah bergulat dengan lonjakan kasus positif COVID-19 sejak Mei lalu. Taiwan pun menyalahkan Tiongkok atas kesulitan mereka dalam mengamankan vaksin COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Juni 2021 - 19:47 WIB
WowKeren - Jepang disebut akan mengirimkan sekitar 1,24 juta dosis vaksin virus corona (COVID-19) produksi AstraZeneca kepada Taiwan. Vaksin COVID-19 tersebut akan dikirim ke Taiwan lewat jalur udara pada Jumat (4/6).
"Ada kebutuhan mendesak bagi Taiwan (untuk pengadaan vaksin) hingga mereka dapat membangun sistem produksi dalam negeri pada Juli," tutur Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi di parlemen, mengutip dari Japan Times.
Sebagai informasi, Taiwan telah bergulat dengan lonjakan kasus positif COVID-19 sejak Mei lalu. Taiwan pun menyalahkan Tiongkok atas kesulitan mereka dalam mengamankan vaksin COVID-19.
Tiongkok disebut telah melakukan intervensi dalam pembicaraan pembelian vaksin antara Taiwan dengan BioNTech SE, perusahaan Jerman yang merupakan mitra pengembangan vaksin coronavirus Pfizer Inc. pekan ini. Padahal kala itu Taiwan disebut hampir mengamankan kesepakatan vaksin dengan perusahaan.
Sementara itu, jumlah vaksin COVID-19 yang dimiliki Jepang masih akan cukup untuk menyuntik semua penduduknya yang berusia 16 tahun ke atas meski mereka menyumbangkan 1,24 juta dosis kepada Taiwan. Diketahui, Jepang telah meluncurkan program inokulasi pada Februari 2021 lalu dengan menggunakan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS, Pfizer dan Moderna Inc.
Jepang juga telah mengamankan dosis AstraZeneca yang cukup untuk 60 juta orang dan menyetujui penggunaan vaksin tersebut bulan lalu. Meski demikian, Negeri Sakura masih belum berniat untuk menggunakan Vaksin AstraZeneca dengan segera karena karena adanya laporan kasus pembekuan darah yang langka di luar negeri.
"Pada saat kesulitan, kita perlu saling membantu," jawab Menlu Motegi kala menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen oposisi. Motegi juga menambahkan bahwa Taiwa sebelumnya telah mengirimkan sumbangan dengan cepat usai gempa besar dan tsunami melanda Jepang pada 2011 lalu.
"Kami sangat menghargai bahwa pemerintah Jepang secara serius mempertimbangkan untuk menyediakan vaksin bagi Taiwan," ujar Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu dalam konferensi video yang diselenggarakan oleh Klub Koresponden Asing Jepang di Tokyo. Ia juga menyatakan bahwa "diplomasi vaksin" Tiongkok menciptakan perpecahan di komunitas internasional. Wu menyebut Tiongkok hanya mau menyediakan vaksin yang diproduksi dalam negeri dan bantuan pandemi lainnya kepada "mereka yang bersedia menerima kemitraan politik dengan Beijing".
Selain itu, Wu juga menyatakan bahwa Tiongkok menggunakan pengaruhnya untuk "memikat atau menekan sekutu Taiwan dan Amerika Serikat untuk condong ke Beijing" demi keuntungan politik.
(wk/Bert)