Alasan Pemerintah Arab Saudi Belum Umumkan Rincian Haji 2021
haji.kemenag.go.id
Dunia

Menteri Perdagangan Arab Saudi yang juga bertindak sebagai Menteri Penerangan, Majid Al-Qasabi, mengungkapkan bahwa Menteri Kesehatan dan Haji akan segera mengumumkan rincian tentang musim haji tahun ini.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi masih belum memberikan pengumuman terkait pelaksanaan ibadah Haji 2021. Menteri Perdagangan Arab Saudi yang juga bertindak sebagai Menteri Penerangan, Majid Al-Qasabi, mengungkapkan bahwa Menteri Kesehatan dan Haji akan segera mengumumkan rincian tentang musim haji tahun ini.

Menurut Al-Qasabi, mutasi virus yang terus menerus dan keterlambatan pasokan vaksin di banyak negara menjadi salah satu faktor pemerintah Saudi menunda pengumuman pelaksanaan ibadah Haji tahun ini. Dengan munculnya varian COVID-19 baru, tutur Al-Qasabi, penting untuk mengevaluasi dampak dari penyebaran virus dengan cermat dan benar.

"Kami tidak ingin Haji tahun ini menjadi episentrum penyebaran penyakit di Kerajaan (Saudi) atau pun di dunia Muslim," papar Al- Qasabi dalam konferensi pers di Riyadh, Minggu (6/6), dikutip dari Arab News.

Selain itu, Al-Qasabi juga menyatakan bahwa vaksin COVID-19 tidak wajib di Saudi. Namun ia mengungkapkan bahwa sejauh ini, 40 persen dari total populasi Saudi telah menerima vaksinasi COVID- 19.


"Jika kita ingin hidup berdampingan, pergi ke pasar dan kembali ke sekolah dan bekerja, kita harus mengambil vaksinnya," tutur Al-Qasabi.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah bekerja keras untuk meningkatkan layanan yang diberikan di tengah situasi pandemi corona. Pelaksanaan Haji tahun lalu dan kembalinya umrah secara bertahap pada bulan Oktober diizinkan pasca pengembangan model yang aman. Model tersebut berfokus pada teknologi modern dan digitalisasi prosedur untuk menyediakan jamaah dengan layanan yang mereka butuhkan melalui berbagai opsi yang disediakan oleh kementerian.

Salah satunya adalah aplikasi Eatmarna yang memungkinkan pengguna untuk meminta izin (izin salat, izin umrah, dan izin salat Rawdah) di masjid Mekah dan Madinah. Lebih dari 20 juta orang telah menggunakan aplikasi ini dan lebih dari 30.000 telah menggunakan layanan yang disediakan oleh pusat Inaya (perawatan) di Makkah dan Madinah, yang didirikan untuk melayani jemaah yang datang dari luar Kerajaan.

Asisten Wakil Menteri Pelayanan Haji dan Umrah untuk Penyelenggara Haji dan Umrah, Eng. Hesham Abdulmonem Saeed, menjelaskan bahwa model umrah yang aman bertujuan untuk melindungi orang- orang dengan mengelola kerumunan yang pergi ke Masjidil Haram melalui slot waktu yang dipesan. Model tersebut juga meningkatkan layanan yang diberikan kepada para jemaah melalui penerapan teknik paling modern untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait