Sempat 'Berjaya' Tangani COVID-19, Vietnam Kini Galang Dana untuk Beli Vaksin
Unsplash/Elliot Andrews
Dunia
Vaksin COVID-19

Nguyen Tuan Anh, seorang pegawai negeri, telah mengirim 50 dolar melalui transfer bank dan pembayaran SMS. Menurutnya, adanya vaksin berarti 'ekonomi Vietnam akan stabil'.

WowKeren - Vietnam, yang pernah menjadi model keberhasilan penanganan pandemi, telah mengalami peningkatan kasus COVID-19. Negara di Asia Tenggara ini bahkan telah dilaporkan mulai meminta sumbangan publik untuk membeli vaksin.

Vietnam sejauh ini hanya memvaksin satu persen populasinya yang berjumlah mendekati 100 juta jiwa. Sementara itu, pihak berwenang kian khawatir dengan lonjakan kasus yang terjadi akhir-akhir ini.

Sejak pekan lalu, pengguna ponsel di sana telah menerima hingga tiga pesan teks yang mendesak mereka untuk berkontribusi pada dana vaksin COVID-19. Tak hanya itu, bahkan pegawai negeri di sana terus didorong untuk menyumbangkan gaji satu hari mereka.

Nguyen Tuan Anh, seorang pegawai negeri, mengatakan kepada AFP bahwa dia telah mengirim sekitar 50 dolar Amerika melalui transfer bank dan pembayaran SMS. Sebab menurutnya, adanya vaksin berarti "ekonomi Vietnam akan stabil dan berkembang kembali".


Pandemi menyebabkan provinsi utara industri Vietnam sangat terpukul. Provinsi ini merupakan rumah bagi pabrik-pabrik utama seperti Samsung dan Foxconn. Media pemerintah melaporkan jika puluhan ribu orang harus kehilangan pekerjaan imbas pandemi.

Bar dan restoran terpaksa ditutup di pusat-pusat utama seperti Hanoi dan Kota Ho Chi Minh dan pertemuan publik juga dilarang. Sejak April lalu, negara ini telah mencatat peningkatan kasus lebih dari tiga kali lipat yang mencapai hampir 9.000.

Meskipun jumlahnya rendah dibandingkan dengan sebagian besar tetangganya di Asia Tenggara, tingkat vaksinasi per kapita Vietnam adalah yang terendah di kawasan itu bahkan menurut penghitungan AFP adalah yang terendah di Asia.

Pemerintah berniat mengamankan 150 juta dosis vaksin tahun ini yang mencakup 70 persen populasinya. Yang mana, rencana ini akan menelan anggaran sebesar 1,1 miliar dolar. Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengatakan "kontribusi keuangan dari komunitas dan masyarakat" diperlukan untuk memungkinkan peluncuran vaksin massal. Pada hari Selasa (8/6), lebih dari 231.000 individu dan organisasi telah menyumbangkan 181 juta dolar untuk kampanye tersebut.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts