Mudahkan Akses Publik, Malaysia Bangun Pusat Vaksinasi di Surau Hingga Masjid
Unsplash/Mufid Majnun
Dunia
Vaksin COVID-19

Pusat vaksinasi sementara (PPV) di masjid, surau dan pondok akan beroperasi selama lima hari dengan target pemberian sebanyak 400 vaksin setiap harinya.

WowKeren - Sejumlah negara di dunia tengah berlomba untuk melakukan vaksinasi ke penduduknya guna mempercepat pemulihan akibat pandemi COVID-19. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun fasilitas pusat vaksinasi yang bisa diakses oleh publik.

Salah satu negara bagian Malaysia, Kelantan, bahkan mendirikan pusat vaksinasi di surau dan masjid. Kelantan berinisiatif membuka pusat vaksinasi sementara (PPV) di masjid, surau dan pondok dalam rangka untuk memudahkan masyarakat mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

Direktur Departemen Kesehatan Negara Bagian Datuk Dr Zaini Hussin mengatakan melalui program sosialisasi jika vaksinasi enam lokasi telah diidentifikasi. Selain itu, PPV ini akan beroperasi selama lima hari dengan target pemberian sebanyak 400 vaksin setiap harinya.


Hussin menyebutkan meskipun PPV ini didirikan di masjid maupun surau namun tidak terbatas untuk orang Muslim saja. Sebanyak 20 persen penerimanya merupakan orang non Muslim.

"Meskipun dilaksanakan di masjid-masjid, tidak terbatas pada umat Islam saja," katanya kepada wartawan setelah mengunjungi PPV di Masjid Sultan Ismail Petra, Kubang Kerian, Minggu (13/6). "Sejauh ini, 600 orang telah menerima vaksinasi di PPV sementara dan 10 hingga 20 persen di antaranya adalah non-Muslim."

Terkait jangka waktu pengoperasian PPV ini, Hussin mengatakan bisa saja diperpanjang jika memang ada permintaan yang tinggi dari masyarakat. Sebab menurutnya, kesadaran vaksin di kalangan orang Kelantan semakin baik dan sejauh ini, 140.000 dari mereka telah menerima suntikan vaksin dosis pertama.

Selain itu, karena sebentar lagi akan memasuki musim hujan maka departemen akan bekerja untuk memastikan bahwa penduduk mendapatkan vaksinasi paling lambat pada bulan September, khususnya untuk daerah pedesaan. Sebab dikhawatirkan kondisi musim hujan akan membuat proses vaksinasi menjadi lebih sulit. "Ini karena kondisi cuaca saat itu akan menyulitkan petugas kesehatan untuk masuk ke pedesaan," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts