PM Jepang Dapat Dukungan Dari Pemimpin Negara G7 Dalam Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo
Instagram/suga.yoshihide
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Para pemimpin negara G7 disebut menawarkan dukungan mereka kala PM Suga menyampaikan bahwa Jepang akan memberlakukan langkah-langkah anti COVID-19 yang luas untuk memastikan keselamatan dalam Olimpiade.

WowKeren - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengaku bahwa para pemimpin negara G7 (Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat) memberikan dukungan terhadap penyelenggaran Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade musim panas ini. Suga menyatakan hal tersebut pasca Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 digelar pada 11 hingga 13 Juni 2021 lalu.

Para pemimpin negara G7 disebut menawarkan dukungan mereka kala Suga menyampaikan bahwa Jepang akan memberlakukan langkah-langkah anti COVID-19 yang luas untuk memastikan keselamatan dalam ajang olahraga tersebut. "Saya telah memperbarui tekad saya untuk menyelenggarakan Olimpiade dan memimpin mereka menuju kesuksesan," ujar Suga dikutip dari Asahi Shimbun, Selasa (15/6).

Dalam pernyataan resmi pemerintah Jepang, para pemimpin G7 disebut mengulangi dukungan mereka untuk penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 dengan cara yang aman dan terjamin sebagai simbol persatuan global dalam mengatasi COVID-19.

Menurut pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang, Suga mendapat tanggapan positif ketika mengangkat topik Olimpiade Tokyo dalam pertemuan terpisah dengan PM Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta PM Kanada Justin Trudeau. Suga juga sempat membahas isu tersebut dengan PM Scott Morrison dari Australia yang merupakan salah satu dari empat negara tamu yang diundang ke KTT G7.


Meski demikian, Suga tak dapat membicarakan Olimpiade Tokyo dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Pejabat Jepang mengungkapkan bahwa pertemuan Suga dengan Merkel difokuskan pada situasi regional, hanya menyisakan waktu yang singkat untuk menyentuh isu Olimpiade.

Sebelumnya, para pemimpin negara maju tersebut telah mengeluarkan pernyataan serupa pada Februaru 2021 setelah mengikuti pertemuan online. Mereka mengaku "mendukung komitmen Jepang" untuk menggelar Olimpiade dan Paralimpiade.

Di sisi lain, laporan tertanggal 11 Juni 2021 mengungkapkan bahwa 4,8 juta tiket Olimpiade Tokyo telah laku terjual. Angka tersebut mencapai 42 persen dari jumlah kapasitas maksimum yang telah ditentukan.

Tak hanya mencakup tiket yang dijual untuk masyarakat umum, angka tersebut juga sudah termasuk tiket yang diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP serta mereka yang terkait dengan Olimpiade. Laporan terkait penjualan tiket ini disampaikan kepada para ahli yang sebelumnya telah memberikan nasihat kepada panitia penyelenggara terkait langkah-langkah untuk memerangi pandemi virus corona.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts