COVID-19 Hari Ini Melonjak Hampir 10 Ribu Kasus, Pemerintah 'Salahkan' Mudik dan Arus Balik
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah melaporkan tambahan 9.944 kasus positif COVID-19 pada Rabu (16/6), angka yang luar biasa melonjak jika dibandingkan kisaran 3-5 ribu pasien harian beberapa bulan lalu.

WowKeren - "Banjir" kasus COVID-19 tengah menerjang Indonesia, ditandai dengan adanya tren kenaikan jumlah pasien positif yang dikonfirmasi setiap harinya. Bahkan kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 pada Rabu (16/6) hari ini sangat menjadi sorotan karena angkanya yang luar biasa tinggi, yakni mencapai hampir sepuluh ribu orang.

"Hari ini tanggal 16 Juni 2021, kita kembali mencatatkan angka kasus COVID-19 yang tinggi. Yakni sebanyak 9.944 orang terkonfirmasi positif. Dengan total 120.306 kasus aktif di mana sebagian dirawat di ruang perawatan intensif atau ICU," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, Rabu (16/6).

Dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring di YouTube Sekretariat Presiden itu, Reisa turut menjelaskan soal tren peningkatan tingkat keterisian ranjang rumah sakit alias BOR. "Bed occupacy ratio sudah melebihi 50 persen di beberapa daerah, bahkan sudah mencapai 100 persen, hingga perlu ditambahkan kembali tempat tidur perawatan kasus COVID-19." tutur Reisa.

Menurutnya, RSDC Wisma Atlet sudah menerima tambahan hingga dua ribu ranjang untuk menampung pasien baru COVID-19. "Meskipun sudah ditambah, keterisian tempat tidur per hari ini sudah melebihi 75 persen. Per pagi ini saja laporan dari RSDC Wisma Atlet menyatakan bahwa ada 488 orang terkonfirmasi positif yang baru masuk untuk menjalani perawatan," imbuhnya.


Kondisi ini jelas tidak bisa dipandang sebelah mata, menyusul berbagai hipotesis bahwa Indonesia masih akan menghadapi puncak wabah yang lebih mengerikan dalam beberapa waktu ke depan. Meski demikian, Reisa tak menampik bahwa pemerintah telah memperkirakannya karena masyarakat yang dinilai masih bandel dan melanggar larangan yang telah ditetapkan.

"Terutama ketika larangan mudik dan arus balik tidak diperhatikan dengan serius," kata Reisa penuh penyesalan. Karena itulah, Reisa mendorong masyarakat untuk mengantisipasi demi mencegah kenaikan jumlah pasien COVID-19 lantaran sebentar lagi akan kembali memasuki masa libur panjang.

Reisa mengimbau masyarakat mengajak anak-anak dan keluarganya untuk lebih banyak beraktivitas di rumah saja. Tak hanya itu, pemerintah kembali meminta masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak aman, serta memastikan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Kenapa saya harus mengulangi informasi dasar yang sudah berulang-ulang kali saya sampaikan ini? Karena sebagian besar testimoni dari pasien-pasien yang di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bahkan menyatakan bahwa kelengahan mereka lah yang membuat mereka tertular. Kebanyakan karena membuka masker di tempat keramaian, tidak menjaga jarak, dan masuk ke kerumunan," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts