Vaksin Merah Putih Disebut Siap Transisi ke Industri, Kapan Mulai Uji Klinis?
Pixnio
Nasional
Vaksin COVID-19

LBM Eijkman sebagai salah satu pengembang Vaksin Merah Putih menyebut fase R&D-nya sudah mencapai 90 persen. Kini kandidat vaksin mulai ditransisikan ke fase industri.

WowKeren - Indonesia memang mendatangkan banyak jenis vaksin COVID-19, namun tetap mengembangkan produk dalam negeri untuk melawan infeksi virus tersebut. Dikenal dengan nama Vaksin Merah Putih, kini produk yang dikembangkan peneliti Tanah Air itu disebut sudah siap bertransisi ke industri.

Hal ini seperti disampaikan Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio. Amin menyebut lembaganya telah menyelesaikan 90 persen fase riset dan pengembangan dari vaksin tersebut.

"Sesuai dengan jadwal yang diberikan kepada Lembaga Eijkman," terang Amin dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (16/6). "Untuk pengembangan vaksin selama 12 bulan sejak bulan Maret atau April tahun lalu."

"Lembaga Eijkman sudah menyelesaikan 90 persen R&D (research and development)-nya dan saat ini dalam proses transisi dari R&D ke industri," imbuhnya. Untuk fase industrinya, seperti vaksin lain, juga bekerja sama dengan BUMN Bio Farma.

Diterangkan lebih jauh, proses transisi tersebut menandakan kandidat vaksin yang dikembangkan di laboratorium akan mulai diterjemahkan ke skala industri. Lantas bila telah mencapai fase tersebut, kapan kira-kira Vaksin Merah Putiih akan menjalani proses uji klinis?


Amin menyebut, uji klinis vaksin kemungkinan bisa dilakukan akhir tahun 2021 atau maksimal awal 2022. "Delapan bulan setelah itu bisa mendapatkan Emergency Use Authorization," tutur Amin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ismunandar. Menurutnya, LBM Eijkman menggunakan dua platform protein rekombinan untuk mengembangkan Vaksin Merah Putih.

Yang pertama adalah dengan platform berbasis mamalia, yang menurut Ismunandar masih menunggu kesiapan mitra industri, serta berbasis yeast yang diklaim lebih siap diolah Bio Farma. Ismunandar memperkirakan uji pre-klinis bisa dimulai November 2021 mendatang.

"Selanjutnya uji klinisnya diharapkan akan dilakukan Januari 2022 hingga Agustus 2022," sambung Ismunandar. "Dan Emergency Use Authorization diharapkan keluar pada September 2022."

Di sisi lain, Komisi VII DPR RI juga mengadakan rapat dengar pendapat dengan eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. RDP digelar dalam rangka mendengarkan perkembangan Vaksin Nusantara.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts