Puluhan Izin Usaha Pertambangan Di Kalsel Diduga Bermasalah, Kapolri Turun Tangan
Unsplash/Pedro Henrique Santos
Nasional

Indonesia merupakan sebuah negara yang dianugerahi kelimpahan sumber daya alam, namun masih saja ada oknum nakal. Kapolri saat ini tengah menyelidiki dugaan adanya sindikat IUP di Kalsel.

WowKeren - Indonesia merupakan negara yang terbilang memiliki sumber daya alam berlimpah. Mulai dari hasil laut, pertanian, hingga pertambangan. Maka dari itu, pemerintah diharapkan bisa mengelolanya dengan baik dan bijak agar bisa mensejahterakan masyarakatnya.

Akan tetapi, selalu saja ada oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan momen untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Baru-baru ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyelidiki adanya puluhan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Selatan yang bermasalah.

Berdasarkan dugaan tersebut, Listyo akan memeriksa 20 IUP yang dinilai bermasalah. "Kami akan proses dan cek bagaimana asal usulnya sehingga bisa keluar," tutur Listyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi Hukum DPR pada Rabu (16/6).

Adapun permasalahan IUP tersebut bermula dari pengungkapan oleh Pangeran Khairul Saleh selaku Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Khairul mencurigai ada sindikat penerbitan IUP yang melibatkan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


Khairul menilai bahwa para sindikat IUP tersebut memanfaatkan hasil revisi Undang-Undang Pemanfaatan Mineral dan Batubara. Khususnya beleid yang mengatur terkait dengan perizinan. Pada awalnya perizinan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah daerah, namun setelah direvisi berubah menjadi Kementerian ESDM.

Dugaan sindikat itu muncul dikarenakan adanya 20 IUP di Kalsel yang secara tiba-tiba dikeluarkan oleh Kementerian ESDM. Hal tersebut diungkapkan Khairul pada saat menghadiri Rapat Kerja bersama Kapolri di DPR pada Rabu (16/6) kemarin.

Khairul menjelaskan bahwa sebelumnya, 20 IUP itu sudah pernah diselidiki oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Akan tetapi, ia dan masyarakat Kalsel, tidak pernah mendapatkan perkembangan selanjutnya perihal kasus dugaan sindikat IUP itu.

Selain itu, yang menjadi dasar kecurigaan Khairul adalah adanya tanda tangan atas namanya di dalam salah satu IUP yang diterbitkan. Padahal, pihaknya tidak pernah merasa meneken IUP tersebut. "Tapi di sini tiba-tiba ada tanda tangan saya," imbuhnya.

Maka dari itu, Khairul meminta kepada Listyo untuk segera mengusut perkara tersebut dan menangkap pelakunya. Hal ini dinilai sudah meresahkan warga.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts