Tokyo Panen 501 Kasus COVID-19 Saat Jepang Siap Cabut Status Darurat Jelang Olimpiade
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah Jepang berencana mencabut status darurat COVID-19 di 9 perfektur, termasuk Tokyo, menjelang olimpiade bulan Juli mendatang. Namun Tokyo saat ini malah panen kasus positif.

WowKeren - Pemerintah Jepang terus melanjutkan rencana menggelar Olimpiade Tokyo meski situasi pandemi COVID-19 dinilai terlalu riskan. Banyak yang mendesak turnamen olahraga multinasional itu ditunda, apalagi karena tingkat vaksinasi COVID-19 di Negeri Sakura yang tergolong rendah.

Namun Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga tetap mendukung kelanjutan Olimpiade Tokyo, bahkan mengaku siap mencabut status darurat di Tokyo dan 8 perfektur lain. Hanya saja, sebanyak 7 di antaranya masih akan berstatus "quasi-emergency" atau darurat sebagian, termasuk Tokyo dan Osaka yang notabene menjadi pusat pelaksanaan olimpiade.

Pemerintahan Suga meyakinkan, kebijakan ini tidak semata diambil karena menjelang Olimpiade Tokyo yang tinggal menghitung hari. Namun juga karena Jepang menganggap kasus baru COVID-19 sudah berkurang setiap harinya dan terjadi tren penurunan grafik gelombang keempat wabah.

"Beban sistem kesehatan mulai berkurang. Namun tingkat mobilitas masyarakat masih tinggi serta keberadaan varian (virus Corona) menjadikan pencegahan terjadinya gelombang susulan sangat penting," ungkap Menteri Penanganan Virus Corona Jepang, Yasutoshi Nishimura, Kamis (17/6).


Namun lagi-lagi kebijakan ini menjadi sorotan lantaran melihat kondisi di lapangan. Melansir Japan Times, Tokyo saja pada Rabu (16/6) waktu setempat melaporkan 501 kasus baru. Angka ini merupakan yang terburuk dalam dua pekan belakangan.

Bukan hanya soal angka kasus baru, tingkat kematian serta fatalitas infeksi virus Corona di Tokyo pun cukup menjadi sorotan. Perkembangan wabah COVID-19 di Tokyo sendiri, yang merupakan Ibu Kota Jepang, tak bisa dipandang remeh dan dikhawatirkan bisa menyebar ke berbagai daerah negeri karena tingginya mobilitas.

Situasi serupa juga terjadi di Osaka yang berujung tuntutan agar perfekturnya masih ditetapkan darurat sebagian setelah Minggu (20/6) besok. "Sangat penting menetapkan status 'quasi-emergency' sehingga langkah-langkah anti-infeksi bisa terus dilakukan," tegas Gubernur Perfektur Osaka, Hirofumi Yoshumura.

Mengutip worldometers.info, ada 1.707 kasus positif COVID-19 yang dilaporkan pada Kamis (17/6) waktu setempat. Total 779.338 pasien positif COVID-19 dikonfirmasi di Jepang, dengan 740.213 di antaranya dinyatakan telah sembuh.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts