Daya Saing Ekonomi Global Singapura Merosot dari Peringkat 1 ke 5 Imbas Pandemi
Pixabay/Focuszaa
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pada tahun 2020 lalu ketika pandemi COVID-19 mulai menyebar, Singapura mencatat penurunan paling tajam dalam total lapangan kerja selama lebih dari dua dekade.

WowKeren - Dampak pandemi COVID-19 bagi Singapura tampaknya cukup signifikan. Bagaimana tidak, merebaknya infeksi virus corona membuat negara ini jatuh dari dari posisi teratas dalam daya saing ekonomi secara global.

Daftar Peringkat Daya Saing Dunia telah dirilis oleh Institute for Management Development (IMD) 2021 pada Kamis (17/6) pekan ini. Singapura, yang selama dua tahun berturut-turut setia bertengger di peringkat satu harus jatuh ke peringkat lima.

Dari 64 negara, Swiss menempati posisi puncak, sementara Singapura menjadi satu-satunya ekonomi Asia yang masuk lima besar. Adapun peringkat ini adalah yang terendah yang dicetak Singapura sejak tahun 2013 lalu.

Peringkat daya saing dunia ini dirilis setiap tahun dengan menilai "sejauh mana suatu negara memajukan kemakmuran rakyatnya". Hal tersebut dilakukan dengan mengukur kesejahteraan ekonomi melalui data dan tanggapan survei dari eksekutif bisnis senior di masing-masing negara.


Peringkat tahun ini menunjukkan ketahanan ekonomi negara-negara dalam menghadapi dampak pandemi. Kepemimpinan serta kebijakan yang diambil oleh tiap negara mempengaruhi kemampuan negara dalam mengatasi krisis yang terjadi.

"Laporan tersebut menemukan bahwa," kata IMD. "Kualitas seperti investasi dalam inovasi, digitalisasi, manfaat kesejahteraan, dan kepemimpinan yang menghasilkan kohesi sosial telah membantu negara-negara mengatasi krisis dengan lebih baik."

Terkait penurunan peringkat Singapura, IMD mengaitkannya dengan kondisi pandemi yang menyebabkan produktivitas ekonomi menyusut. IMD mengatakan jika pandemi COVID-19 yang ada turut menyebabkan "penurunan yang cukup besar dalam keuangan publik karena peningkatan defisit pemerintah dan utang publik".

Negara kota ini tak hanya mengalami penurunan dalam bidang produktivitas namun juga lapangan kerja. Pada tahun 2020 lalu ketika pandemi COVID-19 mulai menyebar, Singapura mencatat penurunan paling tajam dalam total lapangan kerja selama lebih dari dua dekade.

Singapura sebelumnya pernah menduduki posisi yang sama, peringkat 5, pada tahun 2013 silam. Kala itu, IMD mengatakan bahwa negara ini dapat meningkatkan daya saingnya dengan memperkuat bantuan kepada orang-orang berpenghasilan rendah dan menengah, serta membantu perusahaan-perusahaan menjaga tekanan biaya tetap terkendali.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts