Singapura Umumkan Kasus COVID-19 Impor, Ada WNI yang Masuk Secara Ilegal
Unsplash/Joshua Fernandez
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pria berusia 26 tahun asal Indonesia tersebut telah diisolasi, dan hasil tes yang keluar pada Rabu (16/6) menyatakan bahwa ia positif terpapar COVID-19 tanpa gejala.

WowKeren - Seorang pria berusia 26 tahun asal Indonesia ditangkap oleh Polisi Penjaga Pantai (PCG) Kepolisian Singapura karena memasuki perairan negara tetangga tersebut tanpa dokumen yang sah. Pria tersebut kemudian menjadi salah satu kasus COVID-19 impor yang diumumkan Kementerian Kesehatan Singapura pada Kamis (17/6) kemarin.

Pria tersebut telah diisolasi, dan hasil tes yang keluar pada Rabu (16/6) menyatakan bahwa ia positif terpapar COVID-19 tanpa gejala. Ia merupakan salah satu dari tujuh kasus COVID-19 impor di Singapura yang diumumkan pada Kamis kemarin.

Enam kasus impor lainnya terdiri dari satu warga Singapura dan dua orang permanent resident Singapura yang baru kembali dari India. Sebagai informasi, permanent residence adalah status visa dimana seseorang diperbolehkan tinggal di suatu negara tanpa batas waktu, meskipun ia bukan warga negara asli negara tersebut.

Kemudian ada tiga orang pemegang Izin Kerja yang datang dari Indonesia dan Malaysia yang turut dinyatakan terpapar COVID-19 pada Kamis kemarin. Dua di antaranya adalah PRT asing


Sebelumnya, PCG Singapura juga sudah pernah menangkap seorang pria berusia 43 tahun asal Indonesia pada Oktober 2020 lalu. Pria tersebut diduga terlibat dalam kasus masuk ilegal dan akhirnya dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Di sisi lain, pandemi COVID-19 rupanya memberikan dampak yang cukup signifikan bagi Singapura. Merebaknya infeksi virus corona membuat Singapura jatuh dari posisi teratas dalam daya saing ekonomi secara global.

Daftar Peringkat Daya Saing Dunia telah dirilis oleh Institute for Management Development (IMD) 2021 pada Kamis (17/6) pekan ini. Singapura, yang selama dua tahun berturut-turut setia bertengger di peringkat satu harus jatuh ke peringkat lima.

Dari 64 negara, Swiss menempati posisi puncak, sementara Singapura menjadi satu-satunya ekonomi Asia yang masuk lima besar. Adapun peringkat ini adalah yang terendah yang dicetak Singapura sejak tahun 2013 lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts